Ada sedikit keunikan di SMP Islam Terpadu Nurul Fikri. Saat memasuki koridor sekolah kamu akan melewati conblock yang berisi berbagai macam lukisan dari cat minyak. Terdapat beberapa hasil karya siswa kelas 9 yang bisa kamu nikmati di sepanjang koridor sekolah dan koridor kelas.

Melukis di atas media yang tidak biasa, conblock memang sedikit berbeda dengan melukis di atas kanvas, perlu teknik khusus untuk melukis di atas media yang tidak datar dan halus tidak seperti kanvas. “Saya memberikan media yang berbeda dari biasanya. Jadi, saya pengen dia nyoba kan selain kertas tuh ada medianya kayu, kaca, kain. Nah, ini saya kasih media baru nih, conblock, di batu, stepping tone,” kata guru Seni Budaya Keterampilan (SBK) SMPIT Nurul Fikri, Mulyana atau biasa dipanggil Pak Mully.

Ia ingin memperlihatkan karya anak didiknya agar bisa dilihat setiap hari oleh orang. “Kan kalo di kertas biasanya disimpen sama dia, saya pengen dia bikin sesuatu yang bisa dilihat-lihat karyanya, jadi semua orang bisa menikmati, terkait nanti hasilnya kayak gimana coba dulu lah, begitu,” ujar Mully.

Tema yang diusung bebas, adapun kriteria penilaiannya ialah kesesuaian antara konsep gambar yang dibuat di kertas dengan media conblock, teknik dan prosesnya. Mengapa memilih media conblock? “Harapannya mereka bisa mencoba media lain selain yang pernah mereka buat, mereka coba media lain dengan teknik dan bahan berbeda. Kenapa dipilih kelas 9? Agar mereka punya kenang-kenangan di sini,” tutup Mully.

Leave a Reply