DEPOK — SMA Islam Terpadu (SMAIT) Nurul Fikri kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan melalui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026. Dari 186 siswa yang mengikuti TKA, seluruh peserta berhasil meraih nilai rata-rata tiga mata pelajaran wajib di atas rata-rata nasional.
Capaian tersebut menempatkan SMAIT Nurul Fikri pada peringkat ke-29 se-Jawa Barat, sekaligus menunjukkan daya saing akademik sekolah yang kuat di tengah persaingan pendidikan yang semakin kompetitif.
Berdasarkan hasil TKA, rata-rata nilai siswa SMAIT Nurul Fikri pada mata pelajaran wajib mencapai 58,13, jauh melampaui rata-rata nasional gabungan tiga mata pelajaran wajib yang berada pada angka 38,80. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa mencapai 73,54, Matematika 51,41, dan Bahasa Inggris 49,43.
Menariknya, tidak satu pun siswa SMAIT Nurul Fikri memiliki rata-rata nilai tiga mata pelajaran wajib di bawah rata-rata nasional. Dengan kata lain, 100 persen peserta TKA SMAIT Nurul Fikri berhasil melampaui capaian rata-rata nasional.
Selain capaian kolektif yang membanggakan, sejumlah siswa juga mencatatkan prestasi individu terbaik pada berbagai mata pelajaran. Nilai sempurna diraih oleh Nida Safira dari kelas XII MIPA 4 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan skor 100. Sementara itu, nilai tertinggi Matematika diraih Silma Afiati Rahmah dengan skor 80,95, dan nilai tertinggi Bahasa Inggris diraih kembali oleh Nida Safira dengan skor 73,58.
Prestasi serupa juga terlihat pada mata pelajaran pilihan. Azkiyah Nuha Syahidah meraih skor 93,58 pada Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Shofi Nur Aina memperoleh 88,04 pada Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, sementara Nadia Aula Rabbani mencatat skor 89,09 pada Sosiologi. Berbagai capaian tersebut menunjukkan kualitas akademik siswa yang merata pada beragam bidang studi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAIT Nurul Fikri, Ugi Sugiarti, menilai hasil TKA tahun ini merupakan buah dari konsistensi sekolah dalam menjaga kualitas pembelajaran dan membangun budaya belajar yang kuat.
“Alhamdulillah, saya memandang hasil TKA tahun ini sebagai bukti bahwa konsistensi dalam menjaga kualitas pembelajaran, budaya belajar yang kuat, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua memberikan dampak nyata terhadap capaian akademik siswa,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan seluruh siswa memperoleh nilai rata-rata di atas rata-rata nasional menjadi pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menunjukkan daya saing akademik SMAIT Nurul Fikri di tingkat regional.
“Keberhasilan 100 persen siswa memperoleh nilai rata-rata tiga mata pelajaran wajib di atas rata-rata nilai nasional merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Ditambah dengan posisi SMAIT Nurul Fikri yang berada pada peringkat ke-29 di Jawa Barat, hasil ini menunjukkan bahwa sekolah memiliki daya saing akademik yang kuat,” katanya.
Ugi Sugiarti menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang mendukung capaian tersebut adalah konsistensi sekolah dalam mengembangkan program persiapan studi lanjut yang dilaksanakan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Program tersebut dirancang untuk memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan akademik yang optimal, baik dalam menghadapi TKA, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun berbagai jalur masuk perguruan tinggi lainnya.
Selain itu, budaya belajar yang telah dibangun selama bertahun-tahun turut memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan siswa.
“Budaya belajar di SMAIT Nurul Fikri berkontribusi besar melalui pembiasaan belajar yang konsisten, penguatan pemahaman konsep, serta pendampingan akademik yang berkelanjutan. Dengan dukungan guru, orang tua, serta program persiapan studi lanjut yang terstruktur dan terukur, siswa memiliki motivasi dan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi TKA maupun persiapan masuk perguruan tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa capaian tahun ini bukanlah titik akhir. Hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang.
“Prestasi terbaik sesungguhnya bukanlah ketika kita mencapai target, melainkan ketika kita mampu terus bertumbuh setelah mencapainya. Oleh karena itu, hasil tahun ini akan menjadi pijakan untuk memperkuat program pembelajaran, meningkatkan kualitas pengajaran, dan menghadirkan strategi yang lebih efektif agar capaian TKA pada tahun ajaran berikutnya dapat meningkat secara lebih signifikan,” tutup Ugi.
Pencapaian SMAIT Nurul Fikri pada hasil TKA 2025/2026 merefleksikan bahwa proses pembelajaran yang bersinergi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua mampu melahirkan generasi pembelajar yang unggul, berdaya saing, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.











Leave A Comment