DEPOK — Nurul Fikri Islamic Elementary School kembali menunjukkan kualitas pendidikan yang unggul melalui capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Hasil yang diraih para siswa tidak hanya melampaui rata-rata nasional, tetapi juga berada di atas capaian rata-rata Provinsi Jawa Barat, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Berdasarkan data TKA 2026, rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa Nurul Fikri Islamic Elementary School mencapai 78,20, jauh di atas rata-rata Jawa Barat yang berada pada angka 60,22 dan rata-rata nasional 60,14. Sementara itu, pada mata pelajaran Matematika, siswa Nurul Fikri Islamic Elementary School meraih rata-rata 63,73, melampaui rata-rata Jawa Barat 43,47 dan rata-rata nasional 43,41.

Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa proses pembelajaran yang berlangsung selama enam tahun di Nurul Fikri Islamic Elementary School berhasil membangun fondasi literasi dan numerasi yang kokoh bagi peserta didik.

Selain unggul dari sisi rata-rata nilai, distribusi capaian siswa juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 72,5 persen siswa meraih predikat Baik pada mata pelajaran Matematika, sementara 56 persen siswa memperoleh predikat Baik hingga Baik-Istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pada capaian individu, sejumlah siswa berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Muhammad Al Fatih Trefindra (6B) meraih nilai sempurna 100, menjadi nilai tertinggi di sekolah. Sementara pada mata pelajaran Matematika, nilai tertinggi diraih oleh Faiha Farah Sholihah (6B) dengan skor 93,33.

Keunggulan akademik para siswa juga terlihat dari perolehan nilai rata-rata TKA tertinggi. Posisi pertama diraih oleh Muhammad Al Fatih Trefindra (6B) dengan rata-rata 95,00. Di posisi berikutnya terdapat Arsyad Abiyyu Rafif (6B) dan Adelmar Zinno Zatari (6C) yang sama-sama meraih rata-rata 91,67. Sementara itu, Sulthan Ammar Tsaqif (6D) dan Faiha Farah Sholihah (6B) masing-masing memperoleh rata-rata 90,00.

Prestasi Bahasa Indonesia juga menunjukkan capaian yang merata. Selain Muhammad Al Fatih Trefindra yang memperoleh nilai sempurna, terdapat empat siswa yang meraih nilai 96,67, yaitu Hanzalah Mufazzal Anandya (6D), Yuina Sabrina Ananta (6C), Teuku Alvino Athayya (6D), dan Raisa Andini Mecca (6A).

Tak hanya itu, tujuh siswa lainnya berhasil memperoleh nilai 93,33, yakni Ismail Abdul Baari’ (6B), Amina Zahra Afiqarrohman (6B), Kinar Sadina Azzahra (6D), Muhammad Dzaky Almair (6A), Muhammad Adhyatsa Arkana Habibie (6B), Arsyad Abiyyu Rafif (6B), dan Adelmar Zinno Zatari (6C).

Deretan capaian tersebut semakin memperkuat bukti bahwa budaya belajar yang dibangun di Nurul Fikri Islamic Elementary School mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik yang baik sekaligus siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa yang selama ini berjalan secara sinergis. Pendampingan pembelajaran yang konsisten, penguatan karakter, serta budaya akademik yang positif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan tersebut.

Bagi Nurul Fikri Islamic Elementary School, hasil TKA bukan sekadar angka, melainkan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang utuh. Pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sesuai profil lulusan SMART: Sholeh, Muslih, Cerdas, Mandiri, dan Terampil.

Dengan capaian ini, Nurul Fikri Islamic Elementary School kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan melahirkan generasi pembelajar yang siap menghadapi tantangan masa depan.