Mengikuti imbauan pemerintah untuk melakukan kegiatan di rumah saja selama masa pandemi virus Covid-19 membuat aktivitas anak seperti bermain dan belajar juga banyak dilakukan di rumah demi mencegah penularan virus corona. Pandemi virus corona berpengaruh signifikan terhadap psikologis anak saat ini. Tak sedikit anak yang merasa gelisah, merengek, menangis, marah tiba-tiba, yang menunjukkan gejala stres.

Banyaknya tugas sekolah via daring, belum bisa bertemu langsung dengan guru dan bermain dengan teman sekolah dianggap menjadi faktor yang mendasarinya. Lantas apa yang perlu dilakukan orang tua untuk membuat anak lebih tenang?

Berikut cara mencegah stress pada anak selama masa pandemi Covid-19
1. Beri anak lebih banyak perhatian selama masa pandemi covid-19
2. Lebih banyak ajak anak bicara
3. Dengarkan keluhan dan pendapat anak
4. Libatkan anak berdiskusi dalam menyusun agenda selama pandemi covid-19
5. Dampingi anak bermain
6. Dampingi anak belajar, termasuk ketika pembelajaran online
7. Beri kesempatan anak time-out yang sesuai
8. Ajak dan dampingi anak menyusun agenda rutin keseharian
9. Tetap lakukan aktivitas fisik yang cukup
10. Orangtua harus menjadi role model bagi anaknya dengan memperlihatkan sikap tenang, tidak menampakkan kecemasan, bersikap suportif, dll

Rekomendasi perlindungan anak di masa pandemi bagi keluarga / orangtua
1. Jaga kesehatan anak dan penuhi kebutuhan nutrisi imunisasi usia anak
2. Berikan kesempatan anak untuk beraktivitas fisik di lingkungan rumah dan halaman rumah setiap hari secara rutin dengan tetap menjaga protocol kesehatan (pakai masker / Face shield sesuai usia anak, cuci tangan, jaga jarak)
3. Libatkan anak dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari sesuai dengan usia anak. Contoh membereskan tempat tisur, menyapu lantai, dll
4. Sediakan waktu untuk bermain bersama anak di rumah
5. Berikan pengertian dan contoh pada anak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan protokol kesehatan selama pandemi
6. Berikan aturan pemakaian gadget, batasi penggunaannya, mengatur setting internet agar konten dewasa tidak bisa diakses oleh anak
7. Tidak mendisiplinkan anak dalam bentuk tindakan fisik yang menyakiti anak, perkataan yang merendahkan anak, dan ancaman yang membuat anak takut

Leave a Reply