DEPOK – Banyak cara membuat menghilangkan kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar. SIT Nurul Fikri melalui Bidang LRC (Learning Resource Ccenter) membekali guru-gurunya dalam bentuk sosialisasi dan juga pelatihan dalam mempersiapkan guru untuk penerapan konsep pembelajaran blended learning di dalam kelas yang diselenggarakan di ruang E-Learning SMPIT Nurul Fikri, Jumat (6/12/2019).

Menurut Nita Heryanti, Kepala Departemen LRC SIT Nurul Fikri, program ini kedepannya menjadikan para guru model memiliki keterampilan dalam menerapkan konsep pembelajaran blended learning di setiap mata pelajaran.

“Yang tentunya akan berimbas kepada efektivitas pembelajaran dan berpusat pada siswa sehingga siswa merasakan pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan,” terang Nita.

Sebanyak 33 guru menjadi peserta guru model. Menurut Nita, para pendidik harus melek teknologi agar dapat berinovasi dalam meningkatkan kreativitas pada setiap pembelajarannya. Aktivitas pembelajaran dilakukan secara terbuka, mandiri, melewati ruang-ruang kelas. Untuk itulah diperlukan keterampilan guru dalam menerapkan konsep pembelajaran blended learning.

“Pembelajaran blended adalah suatu bentuk sistem pembelajaran yang mengkombinasikan sedemikian rupa antara strategi pembelajaran sinkron (di dalam kelas) dan asinkron (di luar kelas) dalam rangka menciptakan pengalaman belajar untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditentukan secara optimal.” (Chaerumam, 2017).

Atas dasar itulah, Nita menambahkan, LRC SIT NF mengadakan pelatihan pembelajaran blended learning untuk para guru model yang merupakan pionir untuk penerapan pembelajaran dengan konsep blended learning di dalam kelas.

Leave a Reply