DEPOK – Kenaikan kasus positif Covid-19 harian di Indonesia meningkat cepat. Total kasus per tanggal Jumat (16/7) sudah mencapai 2,78 jiwa. Lonjakan kasus membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan di berbagai daerah mencapai 80%-90% dan berdampak masyarakat yang terkonfirmasi virus Corona terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Melihat kondisi ini, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terutama civitas akademik SIT Nurul Fikri untuk mengedukasi dengan memberi informasi serta panduan seputar isoman dengan menggelar webinar bertajuk Agar Isoman (ISOlasi MANdiri) Tetap Aman.

Webinar digelar secara daring oleh SIT Nurul Fikri dengan menghadirkan dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD-KPsi, Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Para peserta yang hadir dari kalangan guru, karyawan, orang tua siswa dan umum ini mendapatkan penjelasan tentang bagaimana menerapkan isolasi mandiri agar efektif dan aman.

Pria yang akrab disapa dokter Koko itu mengatakan, untuk pasien yang bergejala ringan hal pertama yang harus dilakukan adalah memberitahu kepada keluarga, saudara atau sahabatnya bahwa dirinya memiliki gejala covid agar bisa terpantau dengan baik.

“Harus ada yang tahu, entah itu keluarganya, sahabatnya, mungkin satgas (satuan tugas) setempat atau tenaga kesehatan setempat yang kemudian bisa memantau dia minimal nanyain pagi-sore sudah makan belum, bagaimana kondisinya, lemasnya bagaimana, minumnya cukup atau enggak, itu minimal banget, minimal standar,” ucapnya.

Kedua, ruangan yang layak. Pasien harus memilki ruangan atau kamar berukuran lebih dari 10 meter atau minimal lebih dari 3×3 meter.  Pasien akan lebih leluasa untuk bergerak jika memiliki ruangan atau kamar yang berukuran besar dan pertukaran udara.

“Dia akan punya ruang gerak dan ruang pertukaran udara. Jendela terbuka, ada cahaya matahari yang masuk atau enggak? Karena kalau ada cahaya matahari masuk dia bisa sedikit berjemur, imunitasnya sedikit lebih baik dibandingkan tidak. Kalau jendela terbuka maka konsentrasi virus dalam ruangan itu pun bisa diturunkan, dia tidak akan menghirup udara yang sama kesempatan untuk pulih akan lebih besar,” terang dokter Koko dalam webinar yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (17/7).

Lalu yang ketiga adalah mandi. Menurut dokter Koko sebagian besar pasien covid tidak mandi karena deman atau meriang. Namun hal itu akan menghambat proses kesembuhan karena kuman-kuman patogen yang menempel di badan bisa terhirup kembali karena berada dalam satu ruangan yang sama. “Mandi, ganti baju bersih. Kalau dia tidak mandi, kuman-kuman di badan dia nempel bisa kehirup lagi. Akan lebih bagus kalau dia mandi, flora normal di kulitnya yang akan membantu dibanding kalau dia banyak kuman-kuman patogen yang nempel disitu, nanti bisa sakit yang lain lagi,” katanya.

Keempat, cairan yang cukup. Dokter Koko menegaskan, pasien Covid jangan sampai dehidrasi maka dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairannya dengan minum secukupnya. “Atau ada pertimbangan khusus kalau dia punya penyakit jantung, ginjal, itu harus lebih ditimbang-timbang lagi, ditakar lagi minumnya,” terangnya.

Tahapan kelima adalah memperhatikan protein dengan tercukupinya sumber protein makan proses pemulihan pun akan cepat. Protein bisa didapat dari ikan, telur, tahu, tempe. Lalu dilengkapi dengan banyak memakan buah dan sayuran. ” Dosisnya didouble-in dari yang biasanya dan ini berlaku untuk yang sehat,” ucapnya.

Selain mencukupi dari segi makanan, para pasien yang isoman dianjurkan banyak bergerak sesuai dan disesuaikan dengan kesanggupan pasien tersebut dalam setiap jam selama 1-2 menit. “Sebagian besar pasien itu punya kesempatan untuk dia bisa bergerak, minimal jalan di dalam rumah, dalam kamar, setiap jam 1-2 menit, bisa juga stretching dan jangan lupa berdoa untuk meminta kesembuhan kepada-Nya,” lanjut dokter Koko.

Ia pun mengajurkan untuk menjaga suasana hati dan selalu berpikir positif serta mendapat dukungan dari keluarga. “Dukungan keluarga penting jangan dialienasi, jangan ditinggalkan pasien-pasien ini berjuang sendiri atau malah dianggap aib, dianggap penyebar penyakit. Karena yang kita musuhi itu, yang kita lawan itu virusnya bukan orang yang lagi sakit,” terangnya.

Dan terakhir perhatikan posisi tidur. Dokter Koko menjelaskan ada dua posisi tidur yang baik dan favorit untuk dilakukan oleh pasien covid, yaitu posisi telungkup dan miring, terutama untuk pasien yang mengalami saturasi oksigen dibawah normal. Ia menganjurkan pasien tersebut melakukan posisi tidur miring ke kanan selama lima menit lalu bergantian miring ke kiri selama lima menit pula.

Berikut adalah tautan panduan lengkap terkait tata cara isolasi mandiri (isoman) dan Long Covid Syndrome yang dibuat oleh dokter Koko:
1. Isolasi Mandiri
2. Long Covid Syndrome

Leave a Reply