DEPOK – Melihat kondisi pandemi saat ini yang masih belum berakhir membuat SIT Nurul Fikri menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai upaya untuk memberikan standar layanan pendidikan selama darurat Covid-19 secara efektif.

Ada tiga metode dan media pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SIT Nurul Fikri, yaitu:
1. Pendekatan Sinkron Maya dan Asinkron Mandiri
Mengambil pendapat dari Chaeruman, 2017, Sinkron Maya (SM) adalah pembelajaran yang terjadi dalam situasi dimana antara yang belajar dan membelajarkan berada pada waktu yang sama, tetapi tempat berbeda-beda satu sama lain. Aktivitas belajar dalam SM dapat terjadi melalui teknologi sinkron seperti video conference, audio-conference atau webbased seminar (webinar).

Sedangkan Asinkron Mandiri (AM) adalah pembelajaran yang terjadi dalam situasi belajar mandiri secara daring. Peserta belajar dapat belajar kapan saja, di mana saja, sesuai dengan kondisi dan kecepatan belajarnya masing-masing. Aktivitas belajar dalam AM diantaranya adalah membaca, mendengarkan, menonton,mempraktekkan, mensimulasikan dan latihan dengan memanfaatkan obyek belajar (materi digital) tertentu yang relevan. Aktivitas belajar lebih banyak terjadi secara daring. Walapun tidak menutup kemungkinan terjadi secara luring. (Chaeruman, 2017).

2. Platform (Zoom Premium dan Google Classroom)

3. Sumber
Joko Prayitno, Direktur Pendidikan SIT Nurul Fikri dalam sambutan buku Panduan Penerapan PJJ untuk Orang Tua dan Siswa SIT Nurul Fikri mengatakan selain menggunakan sumber yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat juga sumber dan media pembelajaran yang dikelola oleh mitra penyedia teknologi pembelajaran yang dapat dilihat daftarnya pada laman: https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/category/aplikasi-pembelajaran/.

“Juga buku pegangan murid yang digunakan sesuai SK penetapan buku bahan ajar SIT Nurul Fikri atau sumber lain yang sesuai dengan standar kualifikasi akademik,” tandasnya.

Leave a Reply