SIT NURUL FIKRISMP

DRPM Gelar Simulasi Evakuasi Pemadam Kebakaran di SMPIT Nurul Fikri

By November 5, 2013 No Comments

DEPOK – Melanjutkan agenda pelatihan Upaya Mitigasi Bencana pada Wilayah Rawan Bencana Kebakaran di Kota Depok yang telah dilakukan Jumat pekan lalu (1/11/2013), Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI) mengadakan kembali simulasi evakuasi dan pemadam kebakaran tindak lanjut dari pelatihan kemarin terhadap gedung bertingkat di lapangan dengan para guru, karyawan, dan siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Nurul Fikri, Jalan Tugu Raya, Cimanggis, Depok, Kamis (7/11/2013).

Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Universitas Indonesia (UI), Tim Layanan Kemanusiaan FISIP UI, dan Volunteer Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Mengajar yang tergabung dalam DRPM dimulai sejak pukul 10.00 wib. Simulasi evakuasi diawali dengan meneruskan pengarahan yang sudah diterima para guru dan karyawan ke para siswa di kelas sebelum sirine kebakaran berbunyi.

“Para siswa diarahkan untuk keluar dari kelas melalui pintu berdaun dua untuk menuju zona aman (lapangan basket) ketika mendengar sirine kebakaran. Pada kegiatan ini, siswa diminta untuk tetap tenang namun bergerak cepat dan tidak saling dorong,” terang Humas SMPIT Nurul Fikri, Nia Rahmawaty, Depok, Senin (11/11/2013).

Nia menambahkan, menuju jam 11.00 wib simulasi kedua dilakukan dengan prosedur yang sama seperti simulasi pertama. Simulasi kedua berlanjut dengan simulasi pemadaman api yang dilkukan sejumlah guru, karyawan, dan siswa.

“Teknik pemadaman api menggunakan karung goni basah dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan). Pada kegiatan ini pun disimulasikan teknik evakuasi korban turun dari gedung bertingkat yang terbakar,” tambahnya.

Setelah rangkaian kegiatan simulasi selesai, tim bersama guru mengevaluasinya. Beberapa empat hal yang menjadi catatan, pertama SMPIT Nurul Fikri merupakan pilot project bagi tim dalam program penanganan bencana kebakaran di sekolah. Oleh karena itu, perlu dibentuk gugus tugas yang nantinya akan dibimbing oleh tim UI Peduli. Kedua, Kebakaran adalah bencana laten yang perlu diwaspadai, sehingga simulasi bencana ini perlu dilakukan secara berkala, yaitu 6 bulan sekali.

“Ketiga, pemahaman menghadapi bencana memang belum menjadi budaya kita. Masih ditemui kerumunan di sejumlah titik penting seperti tangga dan jalur evakuasi. Hal tersebut dapat mempersulit dan memperlambat pertolongan korban. Tanggap terhadap bencana merupakan soft skill yang perlu diasah dan dimiliki putra-putri kita. Dan keempat, tanda bahaya kebakaran yang ada tidak berfungsi, pembuatan jalur evakuasi, dan lokalisasi zona aman merupakan beberapa catatan yang diberikan tim simulasi kepada pihak sekolah,” tandasnya.

Leave a Reply