Quran

Antara Ruhiyah dan Rupiah

By February 4, 2013 No Comments

Saudaraku yang dirahmati Allah, kadang kita merasa gersang ketika kita melaksanakan shalat, tilawah dan ibadah semacamnya. Tidak sesemangat ketika kita mengerjakan proyek bernilai rupiah besar, tidak sesemangat bekerja di pagi nan gelap untuk mengejar target bisnis besar atau apapun yang berhubungan dengan rupiah. Sesungguhnya Allah tidak memisahkan keduanya dalam penilaian disisinya. Allah Berfirman, “Pada hari ketika harta dan anak anak tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS.26: 88-89)

Rasulullah Bersabda, “Allah tidak melihat penampilanmu dan fisikmu tetapi yang Allah lihat adalah hatimu.” Allah menilai keseluruhan hidup kita baik ketika sedang berbisnis, berpolitik, shalat, tilawah, berolahrga atau sedang apapun dan kesemuanya bersumber pada hati, hati yang bersih atau yang kotor. Jika hati bersih maka semuanya menjadi baik dan efektif, jika hati kotor maka semuanya menjadi buruk dan merusak, ketika berbisnis, berpolitik, berdagang, mengajar, dsb maka ruhiyah kita tetap terjaga niat dan cara kita tetap konsisiten dengan orientasi akhirat, begitu pula ketika shalat, shaum, tilawah dsb.

Ruhiyah mewakili keimanan rupiah mewakili materialisme, keduanya senantiasa bertempur berebut pengaruh diajang sarana aktivitas ibadah mahdhoh maupun ibadah umum, atau dalam seluruh lapangan kehidupan, siapa pemenangnya? Allah Berfirman, “Beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS.91: 9-10).

Penulis: Drs. Sulamul Munawaroh

Leave a Reply