SIT NURUL FIKRISMA

Waspada Aliran Sesat, SMAIT Nurul Fikri Gelar Seminar NII

By May 19, 2011 No Comments

TUGU – Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 kerap kali membutuhkan anggota baru yang diambil melalui sebuah sistem perekrutan. Orang-orang yang menjadi sasaran perekrutan kebanyakan adalah remaja. Kepala Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Nurul Fikri, Fahmi Zulkarnaen, S.Pd, mengadakan seminar tentang NII KW 9 dengan mengundang lembaga NII Crisis Center (NCC) yang didirikan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban NII sekaligus sebuah gerakan anti NII.

Menurut Fahmi, persoalan NII tidak bisa dianggap enteng, sudah banyak korban yang jatuh khususnya generasi muda. “tujuan kami agar anak-anak kami paham apa itu NII, apa tujuannya, gerakannya, cara kerjanya, dan yang terpenting mereka tahu cara menghindar dan antisipasinya,” ucapnya, Kamis (19/5/2011), Gedung C lantai 3, SMAIT Nurul Fikri, Jalan Lafran Pane Gg. H. Sairi, Tugu, Cimanggis, Depok.

Ketua Tim Rehabilitasi NCC, Sukanto, mengatakan lebih dari 1.000 orang menjadi korban pencucian otak aliran menyimpang ini. Modus yang dialami para korban NII ini mirip dengan yang terjadi pada Laila Febriani (Lian) yang hilang dari rumah dan menjadi hilang ingatan akibat korban pencucian otak dari NII belum lama ini.

Gerakan NII sangat rapi. Gerakan NII tidak seperti gerakan teroris yang melakukan aksi-aksinya melalui serangkaian bom dan aksi kekerasan lainnya. Namun, massif dengan melalui gerakan cuci otak, gerakan NII ini masuk ke kampus-kampus, sekolah-sekolah SMA, dan SMP sederajat.

Para jamaah NII menghalalkan merampok, mencuri, menipu, memeras, merampas atau melacur asalkan demi kepentingan Negara atau Madinah. Hal tersebut disandarkan pada filosofi sesat atas kepemilikan wilayah teritori Indonesia oleh Negara Islam Indonesia, atas dasar Proklamasi NII dan ke-Khalifahan Kartosoewirjo pada tahun 1949, serta dalam rangka aplikasi atau praktek dari ayat “Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang Shalih”.

 

Leave a Reply