SDSIT NURUL FIKRISMP

Seminar Penerapan Pendidikan Karakter pada Pendidikan Dasar

By November 13, 2011 No Comments

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Asep Rahmat, secara resmi membuka kegiatan Workshop Model Penerapan Pendidikan Karakter pada Pendidikan Dasar, yang berlangsung di Gedung C Lantai 3 Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Nurul Fikri, kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, hadir 70 guru dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Depok. Workshop dilaksanakan selama tiga hari, mulai 11-13 November 2011.

“Agar penerapan pendidikan karakter dapat terlaksana dengan baik, diperlukan konsep 3P. Di antaranya pengetahuan, perasaan dan tindakan pelaksanaan,” ungkap Asep Rahmat dalam sambutannya.

Selain itu menurut Asep-sapaannya, kegiatan seperti itu harus terus didukung guna melahirkan para pendidik yang akan lebih paham tentang pendidikan karakter. Dari workshop ini, Asep berharap materi yang sudah diterima agar dapat disampaikan dan diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

“Pengetahuan yang paling penting adalah agama, karena hal itu sebagai pilar yang dapat membentuk kepribadian peserta didik. Dan konsep 3P itu dapat disandingkan dengan bidang studi lain,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Nurul Fikri, sekaligus sebagai pembicara kedua, Fahmy Alaydroes menjelaskan bahwa pendidikan karakter sudah pernah diterapkan pada zaman Rasulullah SAW hingga zaman Ki Hajar Dewantara.

Menurut Fahmi-sapaannya, sesuai dengan apa yang pernah disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran dan tubuh anak. Bagian tersebut tidak boleh dipisahkan, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup anak didik. “Pendidikan karakter merupakan bagian integral yang sangat penting dari pendidikan kita,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Panitia Pelaksana, Mudji Riyanto menuturkan, [I]workshop[/I] dilaksanakan selama tiga hari dengan agenda yang berbeda. Berbagai tema pendidikan karakter dibahas setiap harinya, yang menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

“Semoga kegiatan ini dapat diterapkan di setiap sekolah, karena semua peserta merupakan para pendidik dengan latar belakang sekolah yang berbeda,” singkatnya.

Leave a Reply