SIT NURUL FIKRITK

Wisuda TK B di FIB UI

By June 13, 2011 No Comments

DEPOK – Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Fikri melepaskan 88 siswa-siswi kelas B dan dua siswa-siswi kelas A angkatan ke-18 yang digelar di gedung IX Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Indonesia, Ahad (12/6/2011).

Mengambil tema Aku Cinta Alquran, acara perpisahan kali ini dihadiri oleh sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, Dr. Santoso Soekirno, Kepala Sekolah SMPIT Nurul Fikri, Joko Prayitno, S.S., Wakil BP3 TKIT Nurul Fikri, Wieke Widasari.

“Tahun ini murid kelas B yang lulus lebih banyak dari tahun kemarin, karena di tahun ini kami memiliki empat kelas di kelas B dan semua alhamdulillah lulus 100 persen,” kata Kepala Sekolah TKIT Nurul Fikri, Rusliah, S.Pd. saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “Kami adalah sebuah lembaga pendidikan yang ingin mencetak para generasi Alquran. Dalam acara perpisahan ini, kami akan menyampaikan dari awal ketika turunnya Alquran sampai pada masa para sahabat yang mencoba untuk membukukan Alquran tersebut hinga sampai pada kita saat ini. Ini akan kita jabarkan dalam sebuah drama kolosal yang akan dibawakan oleh anak-anak level B. Ada sesuatu yang ingin kami berikan kepada Ibu dan bapak bahwa dengan membuat acara seperti ini, semoga semakin tumbuh rasa cinta kita kepada Alquran,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Ibu Lia (sapaan akrabnya), menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus BP3 yang telah banyak membantu dalam kegiatan pembelajaran selama satu tahun berjalan. BP3 bersama para guru juga turut berpartisipasi dalam mewujudkan acara perpisahan ini.

Dalam drama kolosal yang diperankan seluruhnya oleh siswa-siswi kelas B dan 2 orang siswa kelas A serta beberapa orang guru, semua berjalan dengan baik. Dengan alur cerita yang dibacakan oleh ibu Meta, acting para siswa di atas panggung sangat baik dan tidak mengecewakan. Para hadirin sangat menikmati peran para siswa dan guru dalam melakonkan drama kolosal itu.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari drama yang mengangkat tentang awal diturunkannya Alquran sampai dibukukannya Alquran. Para siswa sangat menjiwai perannya masing-masing. Ada juga yang membaca Alquran, bernyanyi, dan menari. “Kami sangat tidak menyangka, kami sempat meneteskan air mata, dengan latihan yang seadanya, mereka bisa melakukan perannya dengan baik,” ujar pembawa acara yang juga orang tua murid.

Leave a Reply