Skip to main content

DEPOK – SIT Nurul Fikri menggelar rapat kerja (raker) semester 2 tahun ajaran 2022-2023, di SIT Nurul Fikri pada 2-4 Januari 2024. Raker ini diikuti oleh seluruh pegawai SIT Nurul Fikri. Raker dibuka oleh salah satu anggota Badan Perumus Pelaksanaan Program Pembinaan dan Pengembangan atau BP5 SIT Nurul Fikri, Muhammad Ichsan. Dalam raker tersebut, Ichsan menyampaikan tiga pesan penting untuk meningkatkan mutu pendidikan SIT Nurul Fikri.

Pertama, konten. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan perlu meningkatkan konten yang baik, kurikulum yang dahsyat dan SDM pilih tanding. “Ketika SIT nurul Fikri memiliki konten yang baik, kurikulum yang dahsyat dan SDM yang pilih tanding maka insyaAllah SIT Nurul Fikri akan langgeng, akan berjaya,” serunya saat memberikan sambutan.

Melalui konten, SIT Nurul Fikri akan meninjau visi-misi, kurikulum, SDM, untuk meningkatkan kualitas konten pendidikan SIT Nurul Fikri. “Disinilah peran penting dari BP5 untuk senantiasa membangun, meningkatkan dan menjaga, me-riayah memelihara konten (kualiti) dari SIT Nurul Fikri,” tambah Ichsan.

Kedua, manajemen atau tata kelola. BP5 akan terus mengevaluasi tata kelola mulai dengan fokus meningkatkan kapasitas, knowledge dan produktivitas akan meningkatkan standar kualitas manajemen.

“Tata kelola harus dibenahi, faktor productivity inilah yang akan dilakukan oleh pengelola dan alhamdulillah saat ini SIT Nurul Fikri sedang mengejar standarisasi internasional ISO 21001,” ucap Ichsan.

ISO 21001 adalah standar global yang meliputi sistem manajemen organisasi pendidikan (SMOP). Standar ini dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk membantu lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pembelajaran. Ini merupakan standar internasional yang dirancang khusus untuk sektor pendidikan.

Ketiga, strategi. Melalui strategi winning concept, konten-konten yang bagus, winning management serta winning strategy akan membawa peningkatan mutu SIT Nurul Fikri. “Jangan biarkan doing business as usual, sudah begini, ya begini aja, gak ada berpikir tentang peningkatan, improvement, dan seterusnya,” lanjut Ichsan.

“Misalnya, guru jangan mengajar kayak gitu dari tahun pertama hingga akhir. Tidak, tidak berpikir seperti itu. Berpikirnya semua, berpikir pengembangan-pengembangan, kemajuan-kemajuan, insyaAllah Allah akan menurunkan keberkahan, nambah keberkahan dan meningkatkan terus keberkahan kepada kelembagaan kita ini,” tutupnya.

Leave a Reply