SIT NURUL FIKRI

SIT NF Tes Komitmen Karyawan Melalui OCT

By July 16, 2018 No Comments

CIMANGGIS – Suatu komitmen sangat penting dimiliki oleh seorang pekerja. Untuk melihat dan menjaga hal itu perlu adanya pelatihan, seperti yang dilakukan Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri (SIT NF) melalui kegiatan Organization Commitment Training (OCT), yang diselenggarakan di Yogyakarta selama empat hari.

Direktur SIT NF, Rahmat Syehani mengatakan, OCT merupakan kegiatan rutin yang diperuntukan bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan soft competency yang ada di prosedur NF. Soft competency bagi guru dilihat dari motivasinya mengajar.

“Kalau hard competency lebih kepada caranya mengajar. Jadi di OCT kita bisa mengetahui ada di level berapa yang dimiliki mereka, karena di NF terdapat 16 soft competency,” kata Rahmat kepada Radar Depok,  ditemui di sekolah yang berada di Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Selama kegiatan OCT, seluruh peserta yang berjumlah 230 orang dibagi menjadi 32 kelompok. Penilaian dimulai saat peserta berangkat dari Depok menuju Yogyakarta dengan mengikuti dan memecahkan clue yang diberikan oleh OCT Man.

“Mereka harus memecahkan 25 spot yang diberikan untuk sampai di finish, dan diberikan penilaian atau reward dari OCT man tersebut,” ujar Rahmat. Setelah OCT, lanjut Rahmat, hasilnya terlihat dari rendahnya angka berhenti kerja (resign) pegawai NF. Itu artinya tingkat komitmen para karyawan sangat tinggi untuk memajukan nama sekolah.

“Yang paling penting adalah rasa cinta mereka terhadap anak didik yang patut diapresiasi,” tegasnya. Sementara itu, Learning Resource Center (LRC) SMPIT NF, Siti Badriyah mengatakan, OCT bagi dirinya bukan hanya sekedar untuk training memantapkan komitmen diri untuk lembaga, melainkan sebuah perjalanan untuk mengenal diri sendiri dan orang lain.

“Ketika berada dalam kelompok, saya jadi dapat mengukur kemampuan diri sendiri dimana peran saat ada di kelompok, dan juga mengetahui karakter teman-teman. Jadi bisa sebagai bahan evaluasi bagi kami,” ujar Siti.

Hal senada pun disampaikan oleh Rizal Dharma, guru SDIT Nurul Fikri. Baginya setelah mengikuti OCT banyak pembelajaran positif yang didapatkan. “Di kegiatan OCT, peserta di paksa untuk mengeluarkan seluruh potensi terbaik yang dimilikinya, melalui berbagai tantangan yang diberikan panitia,” ucap Rizal.

Melalui OCT pula, lanjutnya, peserta diuji sampai batas maksimal ketahanannya melewati berbagai rintangan yang mungkin jarang dihadapi selama hidupnya. “Kegiatan ini adalah kegiatan lapangan yang membuat peserta pasti menunjukan karakter aslinya, menghilangkan “topeng” karakter yang bisa saja selama ini ia tutupi selama bekerja. Selama 4 hari kami melewati kegiatan yang menantang namun sangat menyenangkan dan melaluinya bersama-sama, tandasnya. (san)

 

Sumber: Surat Kabar Harian Radar Depok

Leave a Reply