DEPOK — Sebanyak 23 peserta Pramuka SMAIT Nurul Fikri mengikuti kegiatan Pengembaraan dan Pelantikan Pramuka Penegak Tingkat Bantara Tahun 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan yang menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer ini menjadi bagian dari implementasi program pembinaan karakter dan kecakapan Pramuka dalam Tahun Pembelajaran 2025/2026.

Pengembaraan dimulai dari SMAIT Nurul Fikri dan berakhir di Masjid Hidayatul Arifin, Sukmajaya, Depok. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memenuhi berbagai Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara dan Laksana, serta sejumlah Syarat Kecakapan Khusus (SKK), di antaranya Gerak Jalan, Komunikasi, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), Juru Peta, Juru Kebun, Pengamat, Pengaman Lalu Lintas, dan Juru Potret.

Pembina kegiatan, Saruri, menjelaskan bahwa pengembaraan tidak hanya menjadi sarana penyelesaian SKU dan SKK, tetapi juga wadah pembentukan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.

“Melalui pengembaraan ini, peserta dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta mampu bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan karakter seorang Pramuka Penegak,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan pengembaraan, peserta terlebih dahulu mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan pada Jumat, 24 April 2026. Materi pertama berupa pelatihan Bidai dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang disampaikan oleh dokter dan tenaga medis UKS. Selanjutnya, peserta mendapatkan workshop pemetaan, juru kompas, dan navigasi yang dipandu oleh Ka Ananta dari Pusdiklatcab Kwarcab Depok.

Keesokan harinya, kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan di lapangan SMAIT Nurul Fikri yang dipimpin oleh Pembina Suratno dan Denisya. Pada sesi ini peserta memperoleh arahan terkait SKK Pengamanan Lalu Lintas dan Gerak Jalan sebelum memulai perjalanan.

Selama pengembaraan, peserta mengikuti berbagai tantangan dan penilaian di sejumlah pos yang telah disiapkan. Pos pertama yang berlokasi di Masjid Jami Al Hidayah, Sukatani, Sukmajaya, menjadi tempat pelaksanaan materi SKK Pengamatan dan Gerak Jalan yang dibimbing oleh Saruri dan Rinneke.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pos Kedua di Museum Rumah Cimanggis, Kompleks RRI Sukmajaya. Di lokasi ini peserta mendapatkan pelatihan SKK Juru Potret dan Komunikasi, khususnya penggunaan fonetik alfabet dalam komunikasi kepramukaan, yang dipandu oleh Didik dan Shafwatunnawa.

Sementara itu, Pos Ketiga yang berada di kawasan Masjid Hidayatul Arifin menjadi tempat peserta mempelajari SKK Juru Kebun dan Juru Potret bersama Ghufron, Sausi, dan Tusi. Selain mengasah keterampilan teknis, peserta juga dibiasakan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan lalu lintas, serta menerapkan etika komunikasi yang baik selama perjalanan.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pelantikan Penegak Bantara yang berlangsung di pelataran Masjid Hidayatul Arifin pada pukul 13.30 WIB. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Pembina Ka Didik dan menjadi momentum penting bagi para calon Penegak Bantara yang telah menyelesaikan rangkaian persyaratan dan pengujian selama kegiatan berlangsung.

Sebanyak 12 peserta yang merupakan calon Penegak Bantara mengikuti proses pelantikan tersebut. Kesuksesan kegiatan turut didukung oleh 10 orang pembina serta 17 anggota sangga kerja yang berasal dari Pramuka reguler kelas XI.

Melalui kegiatan ini, SMAIT Nurul Fikri terus memperkuat pembinaan karakter peserta didik sesuai profil SMART Nurul Fikri, yaitu Shalih, Muslih, Cerdas, Mandiri, dan Terampil. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas yang menumbuhkan keberanian berkata benar, kemampuan berkolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, keterampilan komunikasi, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Pengembaraan dan pelantikan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui pengalaman nyata yang menantang sekaligus bermakna. Tidak hanya menempuh perjalanan fisik sejauh 10 kilometer, para peserta juga menapaki perjalanan menuju pribadi yang lebih tangguh, disiplin, dan siap mengemban amanah sebagai Pramuka Penegak Bantara.