SIT NURUL FIKRISMA

Chiba University Undang SMAIT Nurul Fikri ke Jepang

By April 1, 2013 No Comments

JEPANG –¬†Universitas Negeri Jepang, Chiba University mengundang Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Nurul Fikri dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan terutama di bidang Sains dan Kebudayaan pada 15-19 Maret 2013, Jepang.

Kunjungan ini berawal dari program perdana Chiba University yang berjudul “TWINKLE” beberapa pekan lalu. Dalam program tersebut, sebanyak 40 mahasiswa pasca sarjana mereka melakukan program menjadi guru tamu ke beberapa sekolah negeri atau swasta yang tersebar di seluruh Indonesia yang diantaranya adalah SMAIT Nurul Fikri Depok.

Dalam program tersebut Chiba University bekerjasama dengan universitas-universitas negeri Indonesia untuk menunjuk sekolah-sekolah menengah atas. Sebanyak delapan mahasiswa Chiba University memberikan materi tentang sains dan kebudayaan ke sekolah tersebut yang salah satunya adalah SMAIT Nurul Fikri.

“Program ini berlanjut, kami diundang ke sana untuk memberikan masukan kira-kira apa yang diperlukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, intinya dalam rangka pengembangan kurikulum di sekolah. Jadi, mereka ingin meminta masukan masalah program misalnya seperti apa kebutuhannya,” jelas Kepala Sekolah SMAIT Nurul Fikri, Fahmi Zulkarnain, S.Pd yang mewakili Depok beberapa hari lalu.

Dari program Twinkle ini, Fahmi berharap SMAIT Nurul Fikri mendapatkan manfaat yang besar dalam pengembangan guru. “Terutama dalam pembinaan guru, Chiba University ini kan negeri dan bagus sekali, jadi nanti saya akan fokus pada pengembangan guru dan proses pembelajarannya,” terang Fahmi.

Dia menjelaskan, selama di sana mereka juga akan mengunjungi laboratorium unit sekolah yang berada di bawah naungan Chiba University. “Mereka juga punya SMA dan SMP, harapan kami ke depan nanti semoga guru-guru kita bisa juga mendapatkan program kunjungan ke sana dalam bentuk pembinaan training atau pembelajaran,” harap Fahmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, program TWINKLE ini dibuat oleh Chiba University. Program perdana ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan. Mereka mengirim sebanyak 40 mahasiswa S2-nya untuk memberikan ilmu atau mengajar tentang sains dan kebudayaan. “Kemudian Chiba University ingin mengevaluasi program tadi karena ini program perdana, maka mereka meminta evaluasi dari sekolah-sekolah yang mereka kunjungi tadi,” tandas Fahmi.

Leave a Reply