Selama tiga hari, suasana Desa Wanasari RT 08 tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan siswa Nurul Fikri Islamic School hadir bukan untuk sekadar berkunjung, melainkan membawa semangat pengabdian melalui program Homestay 2026 yang digelar pada 15–17 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk hidup bersama masyarakat, memahami kebutuhan mereka, sekaligus memberikan kontribusi langsung di berbagai bidang. Tidak hanya belajar di ruang kelas, para siswa diajak merasakan bagaimana menjadi pribadi yang hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat.
Berbagai program sosial pun dijalankan selama kegiatan berlangsung. Divisi pendidikan mengisi hari-hari anak-anak desa dengan kegiatan mengajar di SD dan PAUD. Suasana belajar menjadi lebih hangat dengan interaksi penuh semangat antara siswa dan anak-anak setempat.
Di bidang kesehatan, pelayanan cek kesehatan gratis disambut antusias warga. Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi penting tentang menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Sementara itu, divisi sosial menghadirkan sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari santunan yatim, bazaar murah, pembagian sembako gratis, hingga pengecatan majelis taklim. Kehadiran para siswa tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kebersamaan.
Tak berhenti di sana, divisi ekonomi mengadakan seminar kewirausahaan serta sosialisasi pengelolaan sampah dan pembuatan biopori sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan divisi olahraga sukses membangun keakraban warga melalui pertandingan sepak bola dan bulu tangkis yang berlangsung meriah.
Program Homestay 2026 menjadi salah satu wujud nyata implementasi visi Nurul Fikri Islamic School dalam membentuk generasi SMART: Shalih, Muslih, cerdas, mandiri, dan terampil. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan menghadapi persoalan nyata di masyarakat.
Sekolah memandang bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori. Karena itu, siswa ditempatkan langsung di lingkungan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah agar mereka belajar tentang empati, kemandirian, dan arti kebermanfaatan.
Berbagai indikator SMART juga tampak nyata selama kegiatan berlangsung, mulai dari kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi, kepedulian terhadap kegiatan sosial dan lingkungan, keterampilan problem solving, hingga sikap ramah kepada masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Saruri, berharap pengalaman selama Homestay 2026 dapat menjadi bekal penting bagi para siswa di masa depan. “Kami ingin siswa memahami bahwa ilmu dan kemampuan yang mereka miliki harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi proses pembentukan karakter dan kepemimpinan,” ujarnya.
Melalui Homestay 2026, Nurul Fikri Islamic School kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang siap hadir sebagai solusi dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.











Leave A Comment