SDSIT NURUL FIKRI

10 Kiat Utama Untuk Melatih Anak Menulis

By February 12, 2015 No Comments

TUGU – Untuk  melatih kemampuan menulis anak dalam buku “p9 Cara Menjadikan Anak Anda Bergairah Menulis” karangan Mary Leonhardt memaparkan 10 kiat utama untuk para Guru dan juga orangtua untuk melatih anak menulis.

1. Tumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca pada diri anak. Ini salah satu hal terpenting yang bisa Anda lakukan untuk menjamin agar mereka menjadi penulis yang baik. Orang yang keranjingan membaca menjadi akrab dengan teknik-teknik yang digunakan penulis yang baik. Anak memerlukan teladan, yakni dengan membaca. Semakin banyak mereka membaca, semakin matang berkembangnya rasa kebahasaan mereka.

2. Dukunglah selalu tulisan anak Anda. Dalam setiap tulisan, pastilah ada sesuatu yang dapat Anda puji. Sebuah hasil karya anak, tulisan misalnya, tentu ada yang baik dan ada yang kurang baik. Mereka telah berusaha memberikan yang terbaik dalam tulisannya. Mereka mau mencoba dengan kemampuan yang mereka miliki dan itulah hasilnya. Kita harus dapat menghargai apa yang mereka usahakan. Lihatlah prosesnya, nilailah prosesnya dan jangan hanya menilai hasilnya saja. Baik atau buruk tulisan anak, kita harus memberikan penghargaan dengan memberikan pujian. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk memberikan dukungan dan memberikan semangat kepada anak. Memberikan motivasi kepada mereka supaya menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik lagi.

3. Tawarkan saran dan kritik kepada anak hanya kalau mereka sudah menjadi penulis yang terampil dan percaya diri. Pemberian saran dan kritik ini diberikan secara personal karena tidak semua anak dalam ruang kelas itu mempunyai potensi menulis yang sama. Guru dapat melakukan pendekatan pribadi terlebih dahulu, kemudian tanyakan dengan perlahan dan dengan kata-kata yang tidak membuatnya tersinggung.

4. Hargai privasi anak. Janganlah membaca tulisan tanpa seizinnya. Tunjukkan saja bahwa Anda tertarik pada tulisan mereka. Tanyakan lebih dulu apakah mereka ingin Anda membacanya, dan jangan memaksa. Jangan pula mencuri-curi baca.

5. Hargai pendapat anak. Pada saat Anda jelas-jelas tidak bisa menyetujui apa yang diucapkan atau ditanyakan anak, Anda harus mendengarkan mereka dengan hormat—alasannya bermacam-macam, tetapi juga untuk membantu mereka menjadi penulis yang lancar dan percaya diri.

6. Jangan menuntut kesempurnaan. Ketika anak baru belajar dan berlatih membuat tulisan, jangan terburu-buru mengharapkan apalagi menuntut kesempurnaan. Ketika mereka merasa sebuah tulisan harus sempurna, hal itu tidak hanya menyingkirkan kreativitas dan keceriaan, tetapi kadang menghasilkan kelumpuhan besar bagi penulis.

7. Jangan menyensor tulisan anak. Tulisan yang betul-betul tidak dapat diterima biasanya hanya musiman. Ketika anak-anak sudah mulai mau membuat tulisan, jangan membatasi apa yang ingin mereka tulis. Biarkan mereka menulis tentang imajinasi mereka. Tentang manusia super, kerajaan luar angkasa, kematian, atau mungkin pembunuh yang keji. Jika Anda menunggu masa ini terlewati, masa tersebut akan berakhir juga. Semakin tenang Anda, semakin mungkin mereka berlanjut ke tulisan yang lebih serius.

8. Sadarilah bahwa anak mempunyai selera menulis yang berbeda-beda, seperti halnya selera membaca. Doronglah mereka untuk menulis apa yang mereka senangi. Tidak menjadi masalah apa jenis tulisan anak-anak Anda. Semakin banyak tulisan yang mereka buat, apa pun jenisnya, semakin cakap mereka jadinya.

9. Anda tidak perlu mengajarkan tata bahasa kepada anak ketika mereka baru mulai menulis. Sebagian besar pengetahuan ketatabahasaan bersifat berkembang sehingga dikuasai oleh anak-anak sedikit demi sedikit daripada dipelajari langsung. Ingatlah selalu bahwa anak-anak secara alami belajar berbicara dalam bahasa yang mereka dengar. Mereka akan secara alami pula belajar menulis dalam bahasa yang mereka baca—tentu saja, apabila mereka banyak membaca. Membaca itu penting sekali untuk dapat menulis dengan tata bahasa yang baik.

10. Anda sendiri, menulislah untuk kesenangan. Kita sendiri sebagai orangtua atau Guru, mulailah menulis untuk kesenangan. Buatlah buku harian, puisi, riwayat keluarga, atau surat. Lakukan bentuk penulisan apa pun yang mudah Anda nikmati.

Kesepuluh kiat ini dapat lakukan di sekolah ataupun di rumah. “Keberhasilan sebuah pendidikan dan pembelajaran bukan hanya tanggung jawab guru atau pihak sekolah semata, namun pihak keluarga atau orangtua juga sangat memiliki pengaruh yang luar biasa,” terang guru Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Fikri, Siti Nurhasana.

Menulis adalah sesuatu yang menyenangkan jika kita tahu bagaimana cara memulainya. Dengan memulai dari diri sendiri, secara tidak langsung kita akan menjadi teladan bagi anak-anak kita.Harapan besar menanti semoga tidak ada lagi kata ‘takut’ atau ‘malas’ yang keluar dari mulut siswa-siswi kita ketika mereka memulai untuk membuat sebuah tulisan.

 

 

Penulis : Siti Nurhasana

Editor : Irma Siregar

Leave a Reply