DEPOK — Belajar tentang alam bukan sekadar mengenal tumbuhan dan hewan, tetapi memahami peran manusia sebagai penjaga bumi. Melalui Kunjungan Edukatif ke Godong Ijo, peserta didik Level 4 diajak menyadari bahwa setiap tindakan kecil terhadap lingkungan memiliki dampak besar bagi masa depan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (28/4) ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengamati dan mempraktikkan secara langsung berbagai konsep yang berkaitan dengan energi dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran film bertema global warming sebagai pengantar pemahaman tentang isu perubahan iklim. Selanjutnya, peserta didik mempelajari konsep energi melalui praktik pembuatan aero glider serta membuat detektor banjir sederhana.
Dalam upaya mengenalkan pemanfaatan bahan alami, siswa juga melakukan praktik pembuatan sabun cair dari buah lerak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung tentang penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta didik mengikuti mini garden tour untuk mengenal berbagai jenis tanaman beserta manfaatnya, serta mini zoo tour guna berinteraksi langsung dengan aneka hewan. Siswa juga mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai ekosistem hutan hujan tropis.
Pembelajaran semakin lengkap dengan pengenalan energi alternatif melalui observasi langsung pembangkit listrik tenaga air, panel surya, serta pembangkit listrik tenaga angin. Kegiatan ini membantu siswa memahami pentingnya pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi masa depan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memahami proses perkembangbiakan tumbuhan, mengenal ekosistem hutan hujan tropis, serta mempraktikkan pemanfaatan energi alternatif.
Kunjungan edukatif ini juga sejalan dengan penguatan Profil SMART Nurul Fikri, meliputi aspek Sholih (jujur dalam berperilaku), Mushlih (peduli terhadap lingkungan), Cerdas (memiliki rasa ingin tahu tinggi), Mandiri (mampu melakukan kegiatan secara mandiri), serta Terampil (memiliki kemampuan dalam menghasilkan karya). Indikator capaian terlihat dari sikap siswa yang menjunjung kejujuran, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, aktif bertanya, mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, serta menghasilkan produk dari kegiatan praktik.
Kegiatan yang dikoordinatori oleh Waras Maryana ini diharapkan menjadi pengalaman belajar bermakna yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi.











Leave A Comment