Bergantinya tahun 2025 menuju 2026 bukanlah sekadar perubahan angka dalam kalender. Ia bukan hanya pergantian hari, minggu, bulan, atau tahun semata, tetapi sebuah momentum penting bagi kita semua untuk melakukan evaluasi diri. Dalam setiap pergantian waktu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang patut kita renungkan secara mendalam.
Al-Qur’an telah memberikan isyarat yang sangat kuat agar manusia mampu memaknai perubahan waktu sebagai bahan perenungan. Allah SWT berfirman:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(Q.S. Ali Imran: 190)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pergantian siang dan malam—yang terus berulang tanpa henti—bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ia seharusnya menjadi bahan renungan bagi setiap insan, paling tidak sebagai pengingat bahwa jatah hidup kita di dunia semakin berkurang dari waktu ke waktu.
Ya, ajal kita sejatinya semakin dekat. Karena itu, orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa berhitung dan bertanya pada dirinya sendiri: apakah bekal untuk perjalanan panjang setelah kematian sudah cukup? Apakah kesempatan hidup yang masih Allah berikan telah dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga tidak menimbulkan penyesalan ketika waktu itu tiba?
Patutlah kita bersyukur karena Allah masih memberikan waktu untuk berbenah, memperbaiki diri, dan menghiasi hari-hari dengan amal kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan tentang kriteria manusia terbaik dan terburuk dalam sebuah hadits:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
Artinya: “Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.’ Dia bertanya lagi, ‘Lalu siapakah orang yang terburuk?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya.’”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al-Hakim)
Hadits ini seharusnya menggugah kesadaran kita untuk terus melakukan muhasabah. Cobalah sesekali kita mengevaluasi ibadah shalat kita. Apakah shalat kita semakin baik kualitasnya? Apakah semakin tepat waktu, semakin khusyuk, dan semakin tenang dalam menunaikannya? Bukan hanya shalat wajib, tetapi juga shalat-shalat sunnah yang mendekatkan diri kepada Allah.
Begitu pula dengan interaksi kita bersama Al-Qur’an. Sudahkah bacaan Al-Qur’an kita semakin baik? Apakah ayat dan surat yang kita hafal semakin bertambah? Apakah bacaan kita semakin tartil dan penuh penghayatan?
Mari juga kita perhatikan infaq dan sedekah yang kita tunaikan. Apakah keikhlasan kita semakin meningkat? Apakah nominal yang kita keluarkan semakin bertambah? Dan apakah semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari kedermawanan kita?
Tak kalah penting, mari kita renungkan sikap kita kepada kedua orang tua. Apakah kita telah menjadi anak yang menyejukkan hati dan pandangan mereka? Ataukah justru termasuk orang yang menyia-nyiakan salah satu pintu surga yang terbentang di bawah telapak kaki orang tua?
Sesungguhnya, hanya orang-orang yang cerdaslah yang terus mempertanyakan kesiapan dirinya untuk mempertanggungjawabkan kehidupan di hadapan Allah kelak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ…
Artinya: “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: umurnya, untuk apa ia habiskan; jasadnya, untuk apa ia gunakan; ilmunya, apakah telah ia amalkan; dan hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.”
(HR. Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi)
Semoga pergantian tahun ini benar-benar menjadi momentum muhasabah, bukan sekadar perayaan tanpa makna, tetapi titik awal untuk menjadi hamba yang lebih baik di hadapan Allah SWT.










Leave A Comment