DEPOK — Di tengah arus budaya konsumtif yang kian menguat, Nurul Fikri Islamic Elementary School menghadirkan sebuah gerakan sederhana namun bermakna: Bazar Berbagi – Barang Berkualitas Layak Jual atau Bazar Barbeku. Kegiatan ini digelar pada Kamis (12/2/2026), di area sekolah, sebagai bagian dari ikhtiar membentuk karakter kepedulian sosial siswa sejak dini.
Bazar Barbeku bukan sekadar agenda jual beli barang layak pakai. Di baliknya, tersimpan misi pendidikan karakter yang terstruktur. Seluruh siswa NFIES berperan sebagai donatur dengan membawa barang berkualitas seperti buku, pakaian, tas, mainan, hingga perlengkapan rumah tangga. Barang-barang tersebut diseleksi dan dikategorikan oleh panitia sebelum dipasarkan kepada masyarakat umum dengan harga terjangkau.
Seluruh hasil penjualan akan disalurkan dalam bentuk santunan bagi yatim dan dhuafa.
Pendidikan Nilai yang Konkret
Sebagai lembaga pendidikan Islam, NFIES memandang bahwa pembentukan karakter tidak cukup diajarkan secara teoritis. Nilai sedekah, empati, dan tanggung jawab perlu dihadirkan dalam praktik nyata.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang konsep berbagi, tetapi juga memahami makna amanah. Mereka diajak menyadari bahwa barang yang masih layak pakai memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan niat yang benar.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dukungan keluarga dalam proses pemilahan barang hingga penguatan nilai di rumah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan program.
Proses yang Tertib dan Transparan
Rangkaian kegiatan Bazar Barbeku dimulai dari tahap pengumpulan barang, dilanjutkan dengan proses sortir, penentuan harga, serta penataan agar menarik dan rapi. Pada hari pelaksanaan, bazar dibuka untuk masyarakat umum dengan sistem transaksi yang tertib dan transparan.
Setelah kegiatan usai, hasil penjualan akan disalurkan kepada penerima manfaat. Dokumentasi penyaluran dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus edukasi nilai amanah kepada siswa.
Menguatkan Dimensi SMART
Bazar Barbeku menjadi salah satu implementasi nyata profil SMART yang dikembangkan Nurul Fikri Islamic School: Sholeh, Muslih, cerdAs, mandiRi, dan Terampil.
Pada dimensi Sholeh, siswa dilatih menumbuhkan semangat infaq dan sedekah karena Allah. Pada dimensi Muslih, mereka belajar bekerja sama, mengambil peran dalam kelompok, serta bertanggung jawab terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini juga menanamkan kemandirian dan keterampilan dasar dalam pengelolaan kegiatan sosial. Dari memilah barang hingga memahami proses transaksi, siswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual.
Lebih dari Sekadar Bazar
Bazar Barbeku menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membentuk manusia yang peduli dan bermanfaat. Dari barang-barang sederhana yang dikumpulkan, lahir pelajaran besar tentang empati, tanggung jawab, dan kolaborasi.
Di tangan generasi yang dididik dengan nilai, aktivitas kecil dapat menjelma menjadi gerakan besar kebaikan.











Leave A Comment