DEPOK – Sebanyak 173 siswa SMPIT Nurul Fikri mengikuti Wisuda Al-Qur’an ke-3 yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Hall Indoor Nurul Fikri Islamic School. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Berkhidmat untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum penuh haru sekaligus kebanggaan bagi siswa, orang tua, dan seluruh civitas sekolah.
Dari total peserta, terdiri atas 99 wisudawati dan 74 wisudawan dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari juz 1 hingga juz 30. Bahkan, beberapa siswa telah mencapai hafalan hingga 15 juz sebagai akumulasi dari jenjang sebelumnya di SDIT Nurul Fikri.
Suasana haru begitu terasa sepanjang prosesi wisuda. Salah satu momen paling menyentuh adalah saat penyematan mahkota dan syal kepada orang tua sebagai simbol kebanggaan atas capaian anak dalam menghafal Al-Qur’an. Tangis bahagia pun tak terbendung, menjadi bukti nyata dari perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Perwakilan Kementerian Agama Kota Depok dari Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Solahudin Al Ayubi, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat positif dan strategis dalam rangka pembentukan karakter anak serta penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an. Wisuda ini merupakan bentuk pengakuan atas prestasi anak yang patut kita apresiasi,” ujarnya.
Kepala SMPIT Nurul Fikri, Mohammad Furqon, S.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an merupakan ciri khas yang terus dijaga dan diperkuat sejak awal berdirinya sekolah.
“Pembelajaran Al-Qur’an menjadi ciri khas di Nurul Fikri Islamic School sejak pertama kali berdiri dan sampai sekarang, insyaAllah perhatian kita terhadap Al-Qur’an semakin kuat, bukan semakin melemah. Selain tahsin dan tahfidz, kami juga memiliki program tafhim Al-Qur’an. Wisuda ini adalah checkpoint dari hafalan anak-anak yang mereka murajaah di hadapan orang tua,” jelasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses tersebut.
“Kami melibatkan orang tua agar ini menjadi kabar gembira bagi mereka, bahwa anaknya memiliki komitmen dengan Al-Qur’an. Keberkahan Al-Qur’an ini tidak hanya untuk anak dan sekolah, tetapi juga dapat dirasakan di rumah.”
Ketua panitia, Dhafiratul Millah, menyampaikan bahwa proses menuju wisuda tidaklah mudah dan membutuhkan pendampingan intensif dari guru Qur’an.
“Alhamdulillah kami mewisuda 173 siswa. Dalam prosesnya, ada tantangan saat anak-anak menghafal ayat-ayat tertentu. Namun dengan motivasi dan pendampingan dari guru Qur’an, mereka mampu menyelesaikan hafalan dengan baik. Bahkan sebelum ditetapkan sebagai wisudawan, mereka harus mampu murajaah 1 juz dengan mutqin,” ungkapnya.
Pendampingan guru Qur’an melalui halaqah, pembiasaan murojaah, serta pembinaan intensif menjadi kunci keberhasilan siswa dalam mencapai target hafalan. Proses ini tidak hanya menekankan pada kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas interaksi siswa dengan Al-Qur’an.
Salah satu orang tua wisudawati, Tunggadewi Ratu Wardhani, mengungkapkan rasa bangga dan harunya.
“Alhamdulillah, ananda Carissa Dahayu Maheswari kelas 8D sudah menyelesaikan hafalan juz 30. Kami sangat bangga, terharu, dan berterima kasih kepada SMPIT Nurul Fikri atas pendampingan dan bimbingannya,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh sang ayah, Moch Yudha Triwangga.
“Kami mengapresiasi ananda dan SMPIT Nurul Fikri atas wisuda Qur’an ini. Semoga menjadi amal ibadah bagi kami sebagai orang tua, juga bagi ananda dan para pengajar.”
Sementara itu, Carissa mengungkapkan perasaannya dengan singkat namun penuh makna.
“Senang sekali dan juga terharu,” ujarnya.
Melalui program unggulan seperti tahfidz dan tafhim Al-Qur’an, SMPIT Nurul Fikri terus berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan profil lulusan Nurul Fikri, yaitu SMART (Sholeh, Muslih, Cerdas, Mandiri, Terampil), yang menjadi fondasi dalam membangun generasi berakhlak mulia dan berkontribusi untuk negeri.
Sekolah berharap, keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai para siswa dalam perjalanan hidup mereka, serta menjadi cahaya yang tidak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.











Leave A Comment