DEPOK — SMAIT Nurul Fikri secara resmi mengumumkan 40 persen siswa terbaik sebagai peserta eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Penetapan ini menandai dimulainya tahapan penting bagi siswa kelas XII dalam menapaki jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri berbasis prestasi akademik.

Pengumuman dilaksanakan secara khidmat di Masjid Ulun Nuha dengan mekanisme pembagian amplop tertutup kepada seluruh siswa kelas XII. Di dalam amplop tersebut tercantum informasi status masing-masing siswa, apakah termasuk kategori eligible SNBP atau tidak. Suasana haru dan reflektif menyertai momen tersebut, seiring para siswa menerima hasil dari perjalanan akademik mereka selama tiga tahun terakhir.

Siswa eligible SNBP merupakan siswa yang berada pada 40 persen peringkat terbaik di setiap jurusan, dengan perhitungan mengacu pada akreditasi sekolah. SMAIT Nurul Fikri yang telah terakreditasi A berhak mengajukan hingga 40 persen siswa terbaik untuk mengikuti jalur SNBP 2026.

Dalam teknis pelaksanaannya, kategori eligible dibagi menjadi dua kelompok, yakni IPA dan IPS. Untuk jurusan IPA, batas 40 persen berada hingga peringkat ke-51, sementara jurusan IPS hingga peringkat ke-24, menyesuaikan jumlah peserta didik. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 75 siswa yang dinyatakan masuk kategori eligible SNBP 2026.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAIT Nurul Fikri, Lulu Rahmawati, menegaskan bahwa status eligible bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari pendampingan yang lebih terarah.

“Siswa yang dinyatakan eligible akan kami dampingi secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan minat dan bakat, pemilihan program studi, hingga kesiapan mental menghadapi proses seleksi. Pendampingan ini kami lakukan agar setiap siswa benar-benar memilih jurusan yang sesuai dengan potensinya,” ujar Lulu.

Sementara itu, Kepala SMAIT Nurul Fikri, Euis Erinawati, menekankan bahwa setiap siswa memiliki jalur rezeki dan ikhtiar yang berbeda dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, 40 persen siswa kita mendapatkan rezekinya melalui jalur SNBP. Namun, ini bukan berarti yang lain tidak memiliki peluang. Ada 60 persen siswa yang insyaallah akan mendapatkan rezekinya melalui jalur SNBT maupun jalur mandiri, dengan berbagai skema di perguruan tinggi yang kita harapkan,” tutur Euis.

Ia menambahkan bahwa setiap jalur merupakan bentuk ketetapan terbaik dari Allah SWT bagi masing-masing siswa.

“Semua Allah berikan sebagai rezeki, hanya saja caranya berbeda-beda. Ada yang masuk perguruan tinggi melalui SNBP, ada yang melalui SNBT atau jalur mandiri. Semuanya sama-sama baik. Masyaallah, Allah selalu memberi dengan cara yang paling pas,” ujarnya.

Seluruh siswa yang masuk kategori eligible, baik IPA maupun IPS, akan mendapatkan pendampingan intensif dari sekolah hingga tahapan pendaftaran SNBP. Adapun pengumuman hasil SNBP 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang.

Melalui proses ini, SMAIT Nurul Fikri berharap para siswa dapat melangkah menuju pendidikan tinggi dengan kesiapan akademik, kematangan pilihan, serta keyakinan bahwa setiap usaha yang ditempuh merupakan bagian dari rencana terbaik Allah SWT.

Siswa eligible SNBP adalah siswa kelas 12 yang memenuhi syarat dan layak untuk mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) karena masuk dalam kuota terbaik sekolah berdasarkan nilai rapor semester 1-5 dan akreditasi sekolah, memberikan “tiket emas” untuk masuk PTN tanpa tes tertulis, namun belum menjamin kelulusan. Status ini adalah pintu gerbang awal, dan penentuannya dilakukan sekolah berdasarkan peringkat akademik siswa dalam batas kuota (misal: Akreditasi A 40%, B 25%, C 5%).