Salat adalah ibadah yang utama dan pertama setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Di dalam rukun Islam, salat adalah ibadah yang menjadi indikasi keislaman seseorang sebelum ibadah yang lain seperti puasa, zakat, atau melaksanakan ibadah haji.

Apabila kita ingin mengetahui kebaikan Islam seseorang, lihatlah bagaimana ia melaksanakan salat, apakah sudah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya atau belum. Bersyukurlah jika diri kita dan keluarga kita senantiasa bersemangat dan melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk. Namun, jika ibadah salat masih dilakukan denga asal, jauh dari kesempurnaan, baik dari gerakan, bacaan, dan juga waktu pelaksanaanya, maka harus menjadi perhatian kita yang sangat prioritas.

Memiliki anak yang dapat melaksanakan salat dengan khusyuk dan sudah menjadi kesadarannya adalah dambaan kita semua, bahkan inilah doa yang terpanjatkan oleh nabi Ibrahim Alaihissalam. Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 40:

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Dari doa nabi Ibrahim Alaihissalam di atas, menghadirkan keturunan yang dapat melaksanakan salat harus diawali dengan contoh orangtua dalam melaksanakannya khususnya di rumah, karena orangtua akan bertanggung jawab secara langsung terhadap amanah anak yang sudah diberikan oleh Allah Ta’alaa.

Alangkah indahnya jika anak-anak kita juga dapat melaksanakan salat dengan baik, sebagaimana yang Allah ceritakan dalam Al Qur’an tentang karakter Nabi Isma’il ‘alaihissalam yang merupakan anak dari nabi Ibrahin ‘’alaihissalam yang juga melaksanakan salat dan memerintahkan salat untuk keluarganya.

Allah berfirman dalam surat Maryam ajat 54 dan 55:

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

Artinya: Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا

Artinya: Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

Dalam memperhatikan keluarga kita untuk menjaga salatnya, Allah memerintahkan kita juga untuk senantiasa memerintahkan keluarga kita untuk salat, sebagaimana dalam firman-Nya di surat Thaha ayat ke 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihiwasallam juga mengingatkan kepada kita sebagai orangtua untuk memperhatikan salat anak-anak kita, sebagaimana dalam sabdanya:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Artinya : “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan salat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)”. Hadits Hasan Riwayat Abu Dawud dan Ahmad.

Semoga kita dan keluarga termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga dan terus meningatkan untuk melaksanakan salat, aamiin.