DEPOK – Tak hanya meningkatkan kemampuan akademis, SMAIT Nurul Fikri mengadakan webinar Public Speaking untuk membentuk peserta didik yang berkualitas dalam kepimpinan guna menghadapi tantangan era industri 4.0 yang digelar pada Sabtu (16/10/2021).
Terlebih di zaman era digital keterampilan lunak atau soft skills juga berperan penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang kelak mampu membawa bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang di kemudian hari. Salah satu soft skills penting ialah public speaking, yang akan memudahkan generasi muda dalam menyampaikan visi dan gagasannya kepada pengikutnya.
Pentingnya kemampuan berbicara di depan umum ini diulas secara mendalam oleh Raden Hanif dan Ogy Fernandiangga selaku narasumber. Kegiatan yang digelar secara virtual ini diikuti tak kurang dari 170 siswa dari kelas 11.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Leadership Programs (Leadership and Nationality Development) di SMAIT Nurul Fikri. Pada pelatihan ini, Raden Hanif menuturkan, kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu kunci meraih kesuksesan di masa mendatang. Pasalnya, dengan kemampuan berbicara di hadapan umum yang baik, seseorang dapat meyakinkan ide dan gagasannya kepada orang lain.
“Manfaat public speaking adalah mampu menstrukturkan pemikiran lebih jelas, mampu meningkatkan rasa percaya diri, mampu meningkatkan kredibilitas, mempercepat karir, bisnis, dan (otomatis) laju pendapatan, menjadi sarana untuk berbagi, dan menjadikan sebagai profesi,” terang Hanif dalam presentasinya.
Hanif bertutur, riset yang dirilis oleh Sunday Times London mengatakan bahwa 41% ketakutan terbesar mayoritas orang di dunia adalah melakukan public speaking melebihi ketakutan akan kematian. “59% orang lainnya bagaimana? Hari ini, kita pastikan bahwa kita adalah bagian dari 59% orang yang tidak takut Public Sepaking!” seru Hanif.
Pria yang juga alumni SIT Nurul Fikri ini pun berbagi tips untuk adik kelasnya, yaitu untuk menjadi pembicara harus memiliki niat yang lurus, menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens, menikmati proses serta dibuat santai. “Niat yang lurus, menggunakan bahasa yang mudah dan disesuaikan dengan audiens, enjoy dan keep it santuy,” jelasnya.
Ia pun menambahkan untuk menciptakan kesan pertama yang menarik saat berbicara di depan umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang pembicara. Hal-hal itu adalah kepercayaan diri, vokal yang jelas, gerakan tubuh, dan kontak mata.
Leave A Comment