REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Memasuki semester genap tahun ajaran 2020/2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok membatalkan rencana uji coba sekolah tatap muka yang dijadwalkan pada Januari 2021. Penyebabnya, Depok ditetapkan sebagai kategori zona merah atau wilayah berisiko tinggi penularan virus corona selama empat pekan berturut-turut.

“Untuk di Kota Depok pembelajaran tatap muka, pada semester dua ini (Januari 2021), belum kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin di Balai Kota Depok.

Melalui keputusan tersebut, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring dari rumah (online learning) yang dimulai pada hari ini Selasa, 12 Januari sampai dengan tanggal 25 Juni 2021 dari level TK, SD, SMP, dan SMA.

Sistem pembelajaran daring ini tidak mengurangi kualitas dan produktivitas civitas SIT Nurul Fikri. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, para guru SIT Nurul Fikri tertantang untuk kreatif saat menyajikan pembelajaran yang menyenangkan serta mudah dimengerti oleh para siswa sehingga tidak membuat mereka bosan dan tetap produktif walaupun hanya di rumah.

Menurut Direktur Pendidikan SIT Nurul Fikri, Joko Prayitno, kegiatan rapat kerja yang diselenggarakan pada 4-11 Januari 2021, terfokus pada penyiapan proses pembelajaran online yang dapat semakin meningkatkan kemampuan berfikir siswa melalui aplikasi pembelajaran online yang lebih variatif, interaktif, atraktif, dan efektif dibanding dengan pembelajaran online di semester satu.

Hal ini selaras dengan arahan dari Ketua YPPU Nurul Fikri, Fahmy Alaydroes, walau di tengah corona pembelajaran tetap mengggunakan pendekatan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).

“Dari hasil kajian tim pengembang media pembelajaran, minimal ada empat aplikasi yang dapat digunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran online yang memenuhi kebutuhan sekolah yaitu Pear Deck, Padlet, Edpuzzle dan Flipgrid,” kata Joko via aplikasi pesan WhatsApp.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi tersebut maka frekuensi penggunaan oleh para guru distandarkan, yaitu aplikasi Flipgrid digunakan minimal satu kali per semester sedangkan Pear Deck, Padlet, dan Edpuzzle dipakai dua kali per semester.

Selama raker kemarin para guru diberi pelatihan penggunaan keempat aplikasi learning tools tersebut. “Adapun tahapan yang dilakukan untuk melancarkan implementasinya adalah pertama tahapan kajian aplikasi oleh tim pengembang media pembelajaran, kedua pelatihan untuk para fasilitator yang akan melakukan pengimbasan kepada para guru, ketiga pelatihan kepada para guru dan keempat diseminasi kepada siswa kelas tinggi dan orang tua kelas rendah diawal masuk semester genap secara online,” terang Joko.

Selain pelatihan, SIT Nurul Fikri juga menggelar seminar online learning berkualitas untuk para guru dengan menghadirkan narasumber Cepi Riyana, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Direktur Sistem Teknologi Informasi UPI.

“Tujuan dari seminar ini adalah agar para guru mendapatkan wawasan yang utuh dan jelas mengenai pembelajaran online yang berkualitas,” tandas Joko. Setelah itu para guru diberikan pelatihan penggunaaan aplikasi pembelajaran online dan raker ditutup dengan penyusunan perencanaan dan materi pembelajaran online.

Leave a Reply