SDSIT NURUL FIKRI

Open House Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Fikri

By December 3, 2011 No Comments

TUGU – Menjelajahi dan memperkenalkan Islam tidak harus mengelilingi dunia, itu bisa dilakukan melalui pendidikan dasar di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Hal itulah yang disampaikan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, saat membuka kegiatan Puncak Tema Nusantara di SD Islam Terpadu Nurul Fikri, Jalan Lucky Abadi No61 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Sabtu (3/12).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Nurul Fikri Fahmy Alaydroes, Ketua UPTD Cimanggis H Didi, Kepala SD Nurul Fikri Furqon, Pakar Pendidikan Islam Dedy Martoni, dan perwakilan 30 Sekolah TK dan SD se-Kota Depok.

“Dengan kegiatan ini semoga mutu pendidikan di Kota Depok meningkat. Terutama pendidikan Islam yang diterapkan kepada siswa sejak di bangku tingkat SD,” papar Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

Nur–sapaannya-menuturkan, dalam peningkatan mutu pendidikan di sebuah lembaga pendidikan, hal yang paling utama adalah mengkaji Alquran. Karena Alquran merupakan sumber pendidikan yang bisa membuat kehidupan seluruh umat manusia menjadi lebih baik. Apalagi diterapkan sejak dini, hal ini menurutnya bisa menjadi bekal para siswa ketika melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

“Tema Jelajah Islam di Nusantara yang diusung panitia adalah hal yang menarik. Manfaat yang dapat diambil yaitu para siswa bisa lebih memahami tentang Islam, apalagi dikolaborasikan dengan kesenian Islami yang tadi sempat ditampilkan oleh para siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Helmy Wahyudin menerangkan, kegiatan Puncak Tema Nusantara merupakan acara tahunan yang selalu diadakan Yayasan Nurul Fikri. Dan didesain dalam sebuah proses pembelajaran dalam satu semester, hingga tema yang dipelajari di setiap kelas mengerucut menjadi satu, dan tahun ini terpilihlah tema Islam di Nusantara.

“Kami kemas acara ini melalui pentas seni, dengan tujuan dapat mengapresiasi prestasi anak yang sudah dicapai agar bisa dilihat orangtua,” tuturnya.

Selain itu, Helmy mengatakan, keterlibatan sekitar 500 orangtua siswa yang hadir membuktikan kedekatan dengan pihak sekolah sudah terjalin dengan baik, hal inilah yang terus dipertahankan melalui berbagai kegiatan. Yang lebih menarik menurutnya, hadir seorang pakar pendidikan yang memaparkan bagaimana peran orangtua dalam meningkatkan belajar siswa di rumah dengan konsep yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.

“Meski begitu, program pendidikan di Nurul Fikri tetap mengacu kepada pendidikan nasional. Ditambah dengan keterampilan berbahasa asing, tahfidz Quran, hingga ekstrakurikuler,” ujarnya.

Dengan jumlah murid SDIT yang mencapai 754 siswa, ia berharap bisa mengenali dan mengembangkan potensinya, serta membekalinya dengan kemampuan dasar. “Itulah yang menjadi PR dan konsen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang harus terus diperbaiki, terutama memperbaiki pelayanan pendidikan siswa,” tutupnya.

Leave a Reply