DEPOK – Selain mewabah di kalangan orang dewasa, penyebaran “virus” Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) sudah menyasar ke kalangan pemuda dan pelajar. Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena pelajar merupakan aset bangsa, calon pemimpin bangsa dan generasi penerus bangsa. Mewaspadai penyebaran LGBT di kalangan pelajar, Bimbingan Konseling SMA Islam Terpadu (SMAIT) Nurul Fikri bekerja sama dengan komite sekolah menggelar Seminar Pendidikan Pencegahan dan Penyakit Akibat Seks Bebas, Jumat (21/2/2020).

Seminar pendidikan yang ditujukan untuk kelas X dan XI bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang seks dan fungsinya beserta perkembangan biologis remaja sesuai adab islam dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu dr. Dewi Inong, SoKK, FINSDV, FAADV (Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) dan Kak Sinyo Egie, pendiri Yayasan Peduli Sahabat, penulis buku edukasi tentang LGBT, dan praktisi/konselor pendampingan kecanduan game, bullying, pornografi, dan non heteroseksual.

M. Ashari guru BK Kelas X mengatakan kalau seminar ini berkaitan dengan seminar parenting minggu lalu. “Dua sesi, sesi perspektif orang tua sama perspektif siswa sebagai anak. Jadi orang tua sama anak-anak itu sama-sama diberi edukasi karena tujuannya memang lebih kepada edukasi dan pencegahan,” kata Ari.

Menurutnya, karena fenomena ini banyak terjadi diluar dan sasarannya mulai ke pelajar membuat dia bersama guru BK lain dan komite sekolah membuat pembekalan terkait hal tersebut untuk siswa dan orang tua. “Jadi supaya sinergi antara anak dan orang tua untuk memahami baik levelnya dasar, maksudnya level dasar seperti perilaku pacaran, perkembangan seksualnya mereka, terus sampai ke isu-isu yang memang berdekatan dengan siswa-siswa,” katanya.

Leave a Reply