Dikutip dari situs Firstcry Parenting disebutkan bahwa melatih anak untuk tidur sendiri di kamarnya merupakan hal baik, dengan pertimbangan bahwa anak harus belajar untuk mandiri. Anak memang terbiasa terbangun dan meminta ditenangkan oleh orang tuanya, namun hal itu tidak dapat dilakukan terus hingga anak besar. Anak perlu dilatih untuk dapat menenangkan dirinya sendiri jika terbangun di malam hari.

Berapa umur yang tepat untuk mengajarkan anak tidur sendiri? Meskipun menurut pedoman tidur aman terbaru menyarankan bahwa orang tua harus berbagi kamar dengan anak mereka sampai berusia minimal 6 bulan, sebuah studi baru menemukan bahwa itu mungkin bukan hal terbaik untuk bayi dan orang tua.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), disarankan agar orang tua berbagi kamar tetapi bukan tempat tidur dengan bayi mereka setidaknya selama enam bulan pertama kehidupan dan idealnya satu tahun untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Menurut dr. Rosary, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah, waktu yang tepat anak untuk mulai tidur sendiri ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain budaya, sosial dan ekonomi, kemandirian anak, dan tipe pengasuhan orang tua. Tidak ada jawaban yang pasti untuk usia tepat anak tidur sendiri.

“Di negara Barat pada umumnya orang tua sudah membiasakan anak tidur sendiri sejak kecil, bahkan sejak bayi. Tetapi di negara-negara Asia, seperti Indonesia, anak tidur sendiri pada usia yang lebih besar,” jelas dr. Rosary.

Menurutnya, ada yang menganjurkan anak untuk sudah mulai belajar tidur sendiri pada usia mulai 2-3 tahun. Namun perlu dipertimbangkan juga bagaimana kesiapan psikologis anak dan kemandirian anak, misalnya anak sudah dapat menenangkan diri sendiri bila takut, anak sudah cukup mandiri, sudah tidak mengompol dan dapat ke kamar mandi sendiri.

Ada orangtua yang mulai melatih anak sedini mungkin bahkan dari usia anak belum genap 2 tahun. Namun jika berbagai cara belum juga berhasil, maka ketika anak berusia 3 tahun bisa melatihnya dengan metode yang tepat. Anak bisa diajarkan untuk tidur sendiri atau di kamar kakaknya terlebih dulu jika ia masih merasa takut berada di kamar seorang diri pada malam hari.

Berikut tips melatih anak 3 tahun berani tidur sendiri yang dilansir dari laman popmama.com, yaitu:
1. Memulainya dengan latihan tidur siang

Melatih anak tidur sendiri bisa dimulai ketika mengajaknya tidur siang. Cara ini cukup efektif guna membantu anak terbiasa pula tertidur sendiri ketika malam hari. Berikut ada beberapa hal penting yang perlu orang tua lakukan untuk mensukseskan latihan perdana di Kecil, diantaranya ialah:

  • Lakukan versi singkatnya dengan memulai menceritakan hal-hal yang disukai anak, misalnya membacakan dongeng seperti tidur di malam hari. Lakukan hal ini sampai anak merasa mengantuk dan akhirnya bisa tertidur secara perlahan.
  • Buatlah kegiatan tersebut menyenangkan. Anak lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan dan menarik perhatiannya. Misalnya dengan bermain peran dengan boneka kesayangannya. Si Kecil bisa berperan sebagai orangtua yang sedang menidurkan anaknya melalui boneka tersebut. Dengan membuat cara yang menyenangkan, maka anak pun akan menjadi senang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
  • Lakukan setidaknya beberapa kali seminggu. Meski sulit dilakukan untuk orangtua yang sibuk bekerja, tetapi semakin banyak berlatih, maka hasilnya pun akan semakin baik, Ma. Jika tidak bisa dilakukan dihari kerja, lakukan setiap akhir pekan pun tidak masalah.
  • Berlatih setidaknya beberapa jam sebelum waktu tidur. Jangan buru-buru mencoba saat jam tidurnya, Ma. Cobalah melakukan beberapa sebelum anak tertidur. Dengan begitu, anak pun akan mudah lelah dan lebih cepat mengantuk. Sebaiknya Mama bisa melakukan latihan ini di pagi atau sore hari.

 

2. Istirahat sebelum memulai kembali

Meski cukup perlahan, namun cara ini juga bisa dilakukan agar anak tidak kaget dengan dibiarkan tidur sendiri secara langsung. Pertama, pastikan dulu berapa lama biasanya si Kecil akan tertidur ketika mematikan lampu kamarnya. Misalnya, ketika Mama mematikan lampu pada pukul 20.00, kemudian anak tertidur pada pukul 20.15 malam. Pada periode 15 menit sebelum anak tidur, Mama bisa izin keluar sebentar untuk istirahat sejenak, kemudian kembali lagi setelah beberapa saat.

Berikut beberapa cara melatih anak untuk berani tidur sendiri yang bisa Mama lakukan:

  • Lakukan pelatihan sebanyak dua kali sehari, tujuannya agar anak mengetahui bahwa dirinya tengah berlatih untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dengan memulai tidur sendiri.
    Lakukan rutinitas sebelum tidur ucapkan, “Waktunya tidur, selamat malam anak mama, Mama sayang kamu.” Lalu diam sejenak di dalam kamar.
    Di waktu sebelum anak memejamkan matanya, Mama bisa meninggalkan kamarnya sebentar untuk istirahat mengambil minum, atau semcamnya. Pastikan juga Mama berjanji padanya akan segera kembali.
  • Setelah satu atau dua menit, kembali ke kamar dan berikan pujian sederhana pada anak yang sudah berhasil ditinggalkan di tempat tidurnya sendiri selama beberapa saat.
    Setelah kembali dari peristirahatan beberapa waktu lalu, kemudian Mama bisa tinggal lebih lama sampai anak benar-benar tertidur.
  • Lakukan hal yang sama pada malam berikutnya. Mama juga bisa menambahkan waktu sedikit lebih lama ketika meninggalkannya sebenar, dengan tujuan agar ia bisa tertidur saat ditinggal sebentar. Namun, tetap tepati janji untuk kembali ke kamarnya ya, Ma.

 

3. Latihan “Excuse-Me”
Sesuai dengan artinya yaitu permisi, Mama bisa mencoba cara berbeda yang melibatkan istirahat singkat seperti sebelumnya. Cara ini cenderung berhasil untuk anak-anak yang mudah menangis, menjerit, atau bangun saat Mama pergi keluar sebentar. Sama seperti latihan sebelumnya, usahakan mencobanya dua kali sehari di pagi dan sore hari ya, Ma. Sehingga anak akan lebih memahami mengapa ia harus terbaisa tidur sendiri.

Berikut cara-cara yang bisa Mama lakukan untuk latihan satu ini:

  • Lakukan rutinitas waktu tidur dengan mengucapkan kata selamat malam atau selamat tidur seperti saat tidur malam hari.
    Setelah lampu padam, lakukan latihan permisi untuk meminta izin keluar sebenar pada anak. Misalnya, “Mama izin permisi sebentar buat cek lampu depan ya? Takut masih nyala. Nggak lama kok.”
  • Tetap di luar selama minimal satu atau dua menit. Lalu kembali ke kamar dengan memberikan pujian seperti, “Tuh kan anak mama hebat, bisa ditinggal sebentar tanpa nangis.”
    Beberapa saat kemudian, Mama bisa keluar lagi untuk jeda yang lebih singkat.
  • Lakukan selama beberapa kali dimalam pertama. Dimalam berikutnya, tingkatkan secara bertahap waktu Mama saat berada di luar. Dengan begitu, setiap malamnya waktu istirahat anak pun akan semakin lama sampai ia mulai tertidur tanpa Mama disampingnya. Begitu si Kecil dapat melakukannya selama seminggu, misi pun tercapai!

Nah, itu dia tiga cara melatih anak 3 tahun tidur sendiri. Meski tak mudah dan butuh waktu, namun dengan kesabaran dan tetap konsisten menjalaninnya, maka lambat laun anak akan menjadi terbiasa tidur tanpa didampingi lagi.

 

Sumber:
orami.co.id
popmama.com

Leave a Reply