SIT NURUL FIKRI

7 Konten Esensial Pendidikan Terpadu?

By April 26, 2011 No Comments

Sekolah Islam Terpadu sudah sedemikian berbilang banyaknya. Dalam jejaring induk organisasinya saja (JSIT), sudah tercatat mendekati angka 1.000 bahkan bisa melebihi angka itu. Sedemikian beragamnya praktek penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan yang tidak terlalu menyimpang masih memperlihatkan tanda-tanda keasliannya. Tapi, tidak sedikit yang sudah sulit dikatakan sebagai SDIT “benaran” alias sudah tak asli lagi atau palsu.

Tidak mengapa bila sekolah yang dulu dianggap aneh dan nyeleneh dalam literatur pendidikan nasional kita, tumbuh subur dan marak di kota-kota Propinsi dan Kabupaten kita. Tapi bila keluar dari kerangka keorisinalitasnya, ya jangan ditolerir. Oleh sebab itu saya memandang perlu untuk mengingatkan para penyelenggara pendidikan sekolah terpadu melalui tulisan sederhana ini.

Sedikitnya ada 7 kandungan utama pendidikan terpadu dan itu merupakan indikator keasliannya.
1. Visi Pendidikan Terpadu adalah “Unity Worldview”
Karena yang kita inginkan adalah anak-anak yang mampu merekayasa masa depan, maka pendidikan terpadu berupaya menyatukan/mempersatukan cara pandang pembelajaran yang mendunia. Kita berharap pendidikan terpadu mampu mempercepat terrealisirnya generasi baru yang betul-betul memainkan peran sebagai “ustadzatunal ‘aalam” yakni guru semesta alam.

2. Holistic View of Learner
Pendidikan terpadu menjadi agen-agen yang mempelopori cara pandang yang menyeluruh mengenai ciri, karakter, dan optimalisasi siswa yang belajar dalam atap pendidikannya.

3. Struktur pengetahuan yang dibangun dan dikembangkan di pendidikan terpadu adalah struktur pengetahuan yang universal. Menjadikan kemampuan berpikir siswa mirip seperti “uri landak”. Pengetahuan yang memiliki dimensi utuh dan menyeluruh bukan ketersomplakan pengetahuan yang mirip dengan “badak bercula satu”. Oleh karena itu bermain pada ranah berpikir yang mampu mengasah, mempertajam, mengembangkan kemampuan analisa sintesa dan evaluasi menjadi ciri sekolah ini pembentukan struktur berpikir siswa. Dan asyik melulu pada wilayah permukaan berpikir, yang hanya melatihkan kemampuan berpikir tingkat rendah melalui pembelajaran yang hanya menggali potensi kemampuan berpikir yang melatih tahu. Paham dan aplikasi siswa bukan merupakan ciri pendidikan terpadu. Apalagi bila ada sekolah terpadu yang berasyik masyhuk dan bersibuk ria dengan sampah-sampah pengetahuan. Telah keluar dari keaslian pendidikan terpadu. Melulu berpikir untuk perolehan ujian nasional yang baik dengan mengabaikan pembentukan struktur pengetahuan penting tersebut adalah kegiatan yang mubazir dan menyesatkan.

4. Konten kurikulum pendidikan terpadu mencirikan keluasan dan kekomprehensipan. Buku kehidupan adalah prioritas utama dan merupakan rujukan strategis. Sementara kurikulum dalam pemaknaan umum dan konvensional adalah salah satu dari salah seribu khasanah pemerkayanya.

5. Pendidikan terpadu mencirikan proses pembelajaran yang berafiliasi dan kuat keberpihakannya dengan metodologi pembelajaran terpadu. Dengan kata lain “Integrated Learning Method” tak bisa dihindari.

6. Outcome pendidikan terpadu menekankan pertalian dan keterhubungan dengan pencipta alam semesta. Seluruh aktivitasnya berkoneksi dengan kejayaan, kemahadigjayaan dan keagungan Alloh SWT dan akhirnya.

7. Amanah pendirian sekolah ini tak lain dan tak bukan, adalah untuk “Service to Alloh SWT through service and stewardship of the world”.

Semoga upaya memelihara keasholahan sekolah ini dimudahkan Allah SWT.

Leave a Reply