Kolom lainnya
- Tidak Ada yang Tidak Bisa, Jika Allah Memutuskan Bisa
- Mengemis Kasih Ilahi di Tanah Suci
- Bukan Ramadhan Biasa
- Perjalanan Umrohku
- Dibutuhkan Tenaga profesional
- Kekuatan Cinta Sang Guru
- Seandainya Rasulullah dalam kelas ...
- Ada Apa dengan Sekolah Unggulan?
- 7 Konten Esensial Pendidikan Terpadu?
- Belajar Efektif Lewat Telinga
| FUN COOKING: Sebuah Alternatif Pembelajaran Efektif Bagi Anak Pra Sekolah |
| Written by Ros Gestasia, S.Pd. |
| Monday, 08 March 2010 17:05 |
|
Apa itu fun cooking ? Ada dua kata dalam istilah fun cooking ini : kata pertama adalah fun yang mengandung arti senang atau gembira. Yang kedua adalah cooking artinya kegiatan memasak.
Maksud dari kata-kata ini adalah bagaimana kita seorang guru dapat mengajak anak melakukan kegiatan memasak dengan gembira.
Kegiatan memasak bukanlah dominasi orang dewasa. Ternyata anak-anak dapat melakukannya (berlatih melakukannya) dengan baik. Ketika diberi kesempatan, semua anak akan senang membantu tugas-tugas memasak makanan sederhana. Bahkan anak berusia dua atau tiga tahun bisa membuat bubur kentang, mengolesi selai di atas roti, atau membanting-banting adonan roti dan merasakan kepuasan karena melakukan pekerjaan yang sebenarnya. Kegiatan fun cooking ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan kreatif. Anak-anak melakukan praktek langsung, merasakan proses pembuatan makanan : mulai dari memilah-milah bahan makanan, mencuci sayur-sayuran mentah, memotong-motong, menumbuk, sampai akhirnya menjadi matang, dan dapat dimakan. Ini merupakan suatu kegiatan yang menggembirakan bahkan menakjubkan bagi seorang anak. Dalam kegiatan ini anak sedang belajar banyak hal. Menurut Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Voss dalam bukunya The Learning Revolution dikatakan bahwa : “Belajar akan efektif kalau anak dalam keadaan Fun” Banyak sekali manfaat yang didapat dari kegiatan memasak bersama anak atau fun cooking ini. Beberapa diantaranya adalah : Memasak dapat mendukung perkembangan dan pembelajaran dalam semua aspek perkembangan seorang anak seperti: Kemampuan Bahasa (membaca dan menulis): Proses kegiatan memasak dapat merangsang kemampuan berbahasa anak. Dengan meminta anak menceritakan urutan memasak suatu resep makanan sederhana, anak akan terstimulasi untuk membangun kosa kata dan pengalaman bahasa yang kaya. Sebagai contoh, mereka secara langsung dapat membedakan antara “menumbuk” dan “mengulek”, “mengiris” dan “memotong” serta mengenal berbagai macam nama-nama bahan makanan. Mereka dapat menikmati proses berlatih membaca dan menulis dengan menyalin resep sederhana yang ada di depannya. Belajar menghubungkan makanan dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mereka mulai membaca sekilas dari kiri ke kanan dan menerjemahkan karakter-karakter simbolis ke dalam bentuk nyata. Kemampuan Kognitif (matematika): Anak-anak akan dapat banyak belajar tentang konsep matematika melalui kegiatan fun cooking ini seperti: mengenal ukuran ketika mereka menuangkan segelas air atau dua sendok makan gula ke dalam jus jeruk. Mereka menelusuri pengertian angka-angka dengan menghitung jumlah 3 telur, 5 siung bawang merah, dan 1/4 gelas susu. Anak-anak dapat menangkap konsep angka sejalan dengan mereka memotong sebuah kue menjadi 6 bagian sama besar dan menimbang setengah kilo tepung terigu. Mereka akan mengenal konsep waktu dalam proses memanggang roti selama 1 jam, atau merebus sayur selama 10 menit. Pemahaman IPA (Sains): Memasak adalah kegiatan yang didasarkan pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yaitu fisika dan kimia. Ketika mereka melelehkan coklat dan mendidihkan air, mereka memperhatikan panas. Mereka dapat mengamati pengembangan ragi dalam proses pembuatan tape. Mereka dapat membuat hipotesis atas apa yang terjadi dari singkong yang keras dapat menjadi lunak dengannya. Anak-anak dapat membahas dari mana asalnya telur dan akhirnya mendapatkan pengetahuan hubungan antara telur dengan ayam sebagai bagian dari siklus kehidupan. Perkembangan Fisik Motorik (Jasmani): Mengupas, mengaduk, dan menuangkan air dapat membangun koordinasi motorik dan meningkatkan penguasaan otot-otot kecil. Mereka berlatih koordinasi mata dan gerakan tangan ketika mereka menuangkan garam ke dalam takaran dan menambahkannya ke dalam adonan. Ketika membanting-banting adonan roti dan mengaduknya, mereka memerlukan kekuatan tangan, pundak, dan punggung. Kemampuan Sosial dan Pengetahuan Budaya Dengan memasak bersama teman-teman dalam kelompoknya, mereka dapat bekerjasama untuk membuat makanan ringan. Mereka akhirnya mengetahui ketika mereka melihat bahwa ada temannya yang menyukai rasa dan tekstur buah kelapa dan ternyata ada juga teman lain yang tidak suka. Anak-anak mengenal makanan yang berbeda-beda sesuai ciri khas dari daerah masing-masing. Perkembangan Emosional Melalui kegiatan memasak, anak-anak dapat berlatih mengikuti petunjuk sebuah resep dan bercerita dengan teman-temanya mengenai hasilnya dengan sangat membanggakan. Konsep diri seorang anak ditingkatkan dengan menciptakan sesuatu yang nyata. Mereka mungkin akan merasakan kekecewaan bila sudah menghabiskan waktu memanggang kue ternyata hasilnya gosong. Anak-anak dapat belajar dari kesalahannya dan menganalisis mengapa resep tersebut tidak berhasil. Perkembangan Konseptual Banyak konsep diperkenalkan ketika anak melakukan kegiatan fun cooking ini seperti : konsep warna ketika mereka membuat jus jeruk, memasak agar-agar merah, atau salad hijau. Bentuk-bentuk akan mereka temukan ketika menggulung dadar menjadi bentuk silinder, memotong wortel menjadi bentuk lingkaran, telur yang oval, dan sebagainya. Semua rasa, bau, pendengaran, sentuhan menjadi aktif saat anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan memasak ini. Ternyata mengajak anak melakukan kegiatan memasak di samping dapat merangsang aspek perkembangan seorang anak sebagaimana diuraikan di atas, kita dapat juga mengenalkan adab makan, mengenalkan aneka jenis makanan, dan manfaat makanan. Melalui fun cooking ini kita dapat menanamkan sikap menghargai makanan. Setelah anak-anak tahu bahwa mengolah makanan membutuhkan waktu dan tenaga, mereka akan merasakan bahwa mereka harus berterimakasih kepada ayah, ibu atau mbak yang telah memasakkan makanan untuk mereka. Mereka belajar untuk menghabiskan makanan agar tidak mubazir dan bertanggung jawab. Hal ini dapat menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Ar Rozaq yang telah memberikan rezeki berupa makanan. Kita dapat menyelipkan lagu-lagu yang mengandung pelajaran tentang adab makan seperti lagu yang dibuat oleh Ibu Nibras OR Salim seorang pemerhati pendidikan sebagai berikut : Bila kau mau makan, gunakan tangan kanan.
Ketika kita akan mengajak anak melakukan fun cooking ada beberapa hal yang harus dipersiapkan guru agar kegiatan dapat berjalan lancar. Peran tim pengajar sangatlah penting. Memasak seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Guru harus menyadari bahwa yang terpenting adalah proses dan pengalaman dalam memasak yang akan didapat oleh seorang anak bukan hasil akhirnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memajukan rasa kompetensi anak, kemandirian, dan bereksperimen. Anak-anaklah yang seharusnya bekerja dan guru memperhatikan serta membimbing. Semakin banyak kesempatan yang diperoleh anak untuk memasak, mereka akan semakin percaya diri terhadap kemampuan memasaknya.
Untuk anak-anak usia play group dapat dikenalkan kegiatan memasak tanpa api. Pengalaman dengan makanan yang tidak perlu dimasak dapat dilakukan sebagai berikut: Menggunakan peralatan memasak (gelas, mangkuk, pengaduk) dengan air Mengukur dan menuangkan bahan-bahan kering (beras, tepung, jagung) Mencicipi dan membandingkan buah-buahan segar dan sayur-sayuran (bayam merah dan bayam hijau) Mengoyak, memecah, dan mematahkan (sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian) Mengaduk-aduk dan menimbang (cokelat dalam susu, selai dalam yoghurt) Mengolesi dengan pisau roti (roti isi selai, isi cokelat, mengoles mentega) Membuat jus dengan pemeras buah manual (jeruk peras) Mengupas dengan jemarinya (telur rebus, pisang, jeruk) Memotong dengan pisau roti (mulai dari makanan yang lunak misalnya, pisang, kue, roti hingga makanan yang Mengupas dengan pengupas (kentang, wortel) Memarut dengan parutan tangan (keju, kentang), dan Menggunakan blender dengan bantuan ibu guru. Untuk anak kelompok A dan B mulai dapat dikenalkan proses memasak dengan api Tentunya di bawah pengawasan yang maksimal dari guru. Kiat-Kiat Memasak Ingatkan anak-anak agar selalu mencuci tangannya dan memakai celemek! Tempelkan sebuah gambar tangan yang sedang dicuci sebagai pengingat visual. Pastikan permukaan meja kerja telah dibersihkan terlebih dahulu atau minta dibersihkan oleh anak-anak sebelum mulai! Bahas kembali resep tersebut dengan anak-anak, dengan menunjukkan nama-nama peralatan dan bahan-bahan yang akan dipakai. Peragakanlah cara yang benar bagaimana menggunakan peralatan dan biarkan semua anak mencoba! Usahakan sebanyak-banyaknya anak dalam kelompok yang kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dalam waktu yang sama! Sediakanlah sebuah mangkuk berisi air sabun dan sebuah busa didekatnya agar mempermudah bersih-bersih! Utamakan Keselamatan Peragakanlah kepada anak-anak cara yang aman dalam menggunakan peralatan-peralatan yang tajam! Hanya diperbolehkan anak-anak menggunakan peralatan yang tajam bila sedang diawasi oleh orang dewasa. Tunjukkanlah hambatan-hambatan dalam memasak, bahaya kebakaran, pentingnya menjaga benda-benda yang mudah terbakar dari panas, pentingnya untuk selalu mematikan peralatan, dan mengapa setiap gagang panci selalu dijauhkan dari ujung meja atau kompor! Tunjukkan cara menggunakan peralatan! Pastikan bahwa guru telah mengetahui kemampuan individu masing-masing anak sebelum membiarkannya melakukan tugas memasak yang mungkin berbahaya. Ajari anak-anak bagaimana cara memegang gagang panci, dan bagaimana cara meletakkan makanan panas diatas alas atau permukaan yang tahan panas! Cari tahu apabila ada anak yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu! Bersihkan dan steril tempat memasak kita! Gunakan peralatan listrik dengan hati-hati! Masukkan kabel ke stop kontak yang tidak menghalangi jalan agar anak-anak tidak terjatuh! Kabel-kabel harus dilepas ketika sedang tidak dipakai. Pastikan anak mengerti “panas” dan mereka sangat hati-hati bila berada di sekeliling oven, kompor, blender, piring panas, panci elektrik! Jangan biarkan anak-anak berkumpul di sekitar peralatan yang sedang digunakan. Pastikan bahwa baskom memasak antipecah atau tidak bocor! Perintahkan anak-anak untuk duduk ketika sedang menggunakan pisau, pengupas, parutan, dan peralatan yang Usahakan agar terdapat pengawasan orang dewasa yang cukup selama kegiatan berlangsung. Persyaratan penting adalah guru terlebih dulu dilatih dalam memberi pertolongan pertama pada kecelakaan dan mampu menanggapi luka gores, tercekik, dan luka bakar.
|
