ROBOT "Semakin Mirip Manusia"
Written by Siti Nurhasanah, Guru SDIT NF   
Monday, 01 March 2010 16:08
Ada yang menarik perhatianku saat membaca koran Republika tanggal 20 Mei 2009. Artikel tentang IPTEK tentang penciptaan robot yang semakin mirip manusia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi kian menggeliat dan semakin berkembang. Robot adalah salah satunya. Dewasa ini kian marak di dunia internasional penemuan, pembuatan, dan penciptaan robot-robot dengan berbagai model, bentuk, serta fungsi yang beragam. Hal ini menandakan kemampuan manusia untuk berpikir dan merealisasikan pemikirannya semakin meningkat. Menurut kami, pembuatan atau penciptaan robot didasari pada pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dan pemenuhan kebutuhan tersebut ingin dicapai secara cepat, mudah, efektif dan efisien. Maka diciptakanlah berbagai jenis robot.

Ada keuntungan, kelebihan, serta manfaat yang dapat diambil dari penemuan robot yang ada:

1.   Kebutuhan manusia akan berbagai kemudahan hidup semakin terpenuhi. Dengan diciptakan robot yang berfungsi untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti robot Gordon maka diharapkan  dapat lebih memahami penyakit degeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, Stroke, dan Cedera Otak. Dan semakin berkembang menjadi robot yang dapat membentuk diri sendiri dari konsep replikasi DNA pada tubuh manusia. Ini membuktikan penggabungan antara ilmu biologi yang biasanya terkait dengan makhluk hidup contohnya manusia dengan teknologi yang dirakit sedemikian rupa mampu menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri.

2.   Berbagai robot yang telah diciptakan dan diproduksi manusia kebanyakan multiguna, artinya robot-robot tersebut dapat berfungsi sebagai pramuwisma, tukang kebun, pembersih lantai, pembersih kaca jendela, pembersih kolam renang, bahkan hingga robot penghibur pun telah laris manis terjual. Artinya, keberadaan robot-robot tersebut memang bermanfaat dan sangat membantu keperluan manusia,walaupun masih terbatas pada pekerjaan rumah tangga. Terbukti dengan semakin tinggi tingkat produksi robot di berbagai negara maju, semakin tinggi tingkat konsumtif dan pemakai tenaga robot, semakin meningkatnya keinginan manusia untuk hidup lebih mudah, praktis, dan efisien.

Kelemahan, kekurangan, dan pertanyaan lebih lanjut terhadap penemuan ini :

1.   Robot memang diciptakan dan ditemukan semakin canggih dan ‘semakin mirip’ dengan manusia. Mereka bahkan dapat melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan oleh manusia. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah hal ini berarti tidak ada kepercayaan lagi kepada tenaga kerja manusia? Apakah sudah dapat dipastikan bahwa pekerjaan robot itu lebih baik dan lebih sempurna daripada pekerjaan manusia? Lalu kemanakah para pekerja manusia, apakah mereka sudah hampir dipastikan akan ‘tergeser’ oleh keberadaan robot-robot itu? Ini yang menjadi beberapa titik dilematis tentang penciptaan robot ini.

2.   Apabila robot-robot tersebut telah ‘berhasil ‘ menggantikan posisi manusia sebagai pekerja rumah tangga, maka akan semakin banyak orang – orang yang kehilangan kesempatan untuk bekerja. Orang –orang yang memang memiliki kemampuan yang terbatas akibat pendidikan yang kurang memadai, orang-orang yang memang hanya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sebagai keahlian andalannya, mereka akan tersisih dan terpinggirkan karena merasa tidak memiliki kesempatan dan kemampuan menandingi robot-robot tersebut. Kemudian bagaimana kehidupan orang-orang tersebut? Bagaimana  caranya mereka memenuhi kebutuhan  hidupnya? Kehidupan dan kebutuhan keluarganya? Dengan cara apa mereka mampu bertahan dari himpitan hidup yang semakin kompleks?

3.   Secara ekonomi mungkin penggunaan tenaga kerja robot terasa lebih murah, praktis, dan efisien dari segi waktu. Robot tak perlu makan, tak perlu tidur, dan tak berkeluarga. Tentunya berbeda ketika mempekerjakan tenaga manusia. Mereka punya kehidupan, punya keluarga, punya kebutuhan lain yang jauh lebih kompleks daripada robot. Tetapi, tenaga kerja manusia memang tidak dapat disamakan dengan robot. Ada fungsi-fungsi yang dapat dilakukan manusia yang tidak atau belum dapat dilakukan oleh robot mutakhir. Dan hingga detik ini saya rasa tidak ada yang dapat menandingi ciptaan Allah ini. Misalnya ketika manusia membutuhkan teman untuk bercengkerama, berbagi, dan bertukar pikiran. Hal itu belum dapat dilakukan oleh robot. Bagaimanapun juga, manusia memiliki sisi kelebihan yang luar biasa dibandingkan dengan sesuatu apapun ciptaan manusia itu sendiri. Dan pernahkah anda berpikir, bagaimana ketika suatu saat sang robot yang biasa bekerja di rumah kita tiba-tiba mengalami kerusakan? Mereka memang hanya kumpulan-kumpulan komponen yang dijadikan sebuah sistem yang bentuk, sifat dan kemampuannya mirip seperti manusia. Tetapi tetap saja tidak bisa sama persis seperti layaknya manusia. Yang namanya ‘mesin’ atau sesuatu yang dibuat oleh manusia ada kemungkinan bisa rusak, tak sesuai dengan program, atau kesalahan  lainnya yang tidak terduga. Ilmu pengetahuan memang akan terus berkembang selama manusia masih mengoptimalkan berbagai pemikirannya. Secara ekonomi mungkin keberadaan robot–robot tersebut lebih murah daripada tenaga manusia, namun secara sosial memiliki dampak yang perlu diperhatikan terkait dengan sumber daya / pekerja manusia. Saat ini telah ada robot wanita yang bisa tersenyum. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti robot-robot itu bisa melakukan berbagai hal yang sama seperti manusia. Berbicara misalnya. Atau berpikir dengan sistem yang telah diatur sedemikian rupa oleh para ilmuwan dan peneliti. Kekhawatiran saya muncul ketika terbersit dua pertanyaan : mungkinkah suatu saat nanti penduduk dunia ini lebih banyak robot daripada manusia? Dan apa yang terjadi selanjutnya?

 

 

Comments  

 
0 #1 husnul khotimah 2010-03-02 16:10
Robot "semakin mirip manusia" atau Manusia mirip Robot?!!! kalau kita telah menyadari bahwa manusia itu kholifah fil Ardl, Ahsani Taqwim dan yang paling urgen adalah jiwa sosial dan rasa humanisme yang dimilikinya , maka untuk memompa kenerja manusia mencapai optimal harus memperhatikan sisi-sisi kebutuhan manusia mis : penghargaan,kas ih sayang dll . sedangkan Robot untuk kerja optimal cukup memperbaiki onderdil atau bahan bakar.
Quote
 

Tulis Komentar


Security code
Refresh