Resensi Buku lainnya
- Menguak Cara Pikir Nabi
- Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh
- Rahasia Sukses di Usia Muda
- Tiada Musibah Tanpa Hikmah
- Menjelajah Pembelajaran Inovatif
- Membangun Tradisi Belajar
- Anak Punya Masalah, Al-Qur’an Menjawab
- Kiat Sukses Jadi Orator
- Menjadi Kaya dengan Menulis
- 14 Contoh Sikap Hikmah dalam Berdakwah
| 14 Contoh Sikap Hikmah dalam Berdakwah |
| Written by Abu Salma Muhammad |
| Monday, 01 February 2010 17:28 |
|
Buku ini adalah salah satu buah karya dari anak bangsa yang sekarang sedang menuntut ilmu di jurusan Aqidah, Program Pasca Sarjana (S2) Universitas Islam Madînah. Buku ini beliau beri judul ”14 Contoh Sikap Hikmah dalam Berdakwah”. Sebenarnya, buku ini adalah bab ke-10 dari satu rangkaian buku yang sedang beliau susun yang sedianya akan diberi judul ”Menjelaskan Sikap” (Sikap Yang Tepat dalam Menghadapi Problema di Barisan Ikhwah Salafiyyin di Indonesia.)
Namun, berhubung beliau diminta untuk memberikan ceramah di Daurah pada bulan Juli 2007 dengan tema ”Hikmah dalam Berdakwah” di Yogya, dan diminta untuk menuliskan makalah, maka bab terakhir dari buku beliau ini akhirnya dipublikasikan terlebih dahulu. Penulis, dalam buku ini, mencermati perkembangan dakwah salafiyah di tanah air yang semakin ramai dan marak. Namun sayangnya, di sana sini masih saja ada sikap salah kaprah di dalam berdakwah yang menyebabkan dakwah salafiyah ini memiliki image yang buruk di tengah masyarakat. Dan kelemahan dakwah tersebut adalah disebabkan minimnya sikap hikmah para du’at dan penuntut ilmu salafiyah di dalam berdakwah, yang terkesan angker, bengis dan sadis. Di tengah carut marutnya sikap hikmah sebagian oknum yang menisbatkan diri kepada dakwah salafiyah ini, mendorong penulis untuk memberikan andil sebagai nasehat dan peringatan. Akhirnya, di tengah kesibukan beliau yang padat, beliau bersedia meluangkan waktunya dalam rangka untuk menunaikan kewajiban dan hak di dalam memberikan nasehat dan penjelasan akan sikap hikmah di dalam berdakwah beserta contoh praktisnya. Buku beliau ini terdiri dari 14 contoh aplikatif dan praktis sikap hikmah di dalam berdakwah, yaitu : 1. Mengiringi ’aqîdah yang benar dengan akhlâq yang mulia. 2. Berwajah ceria, menebarkan salam dan menunaikan hak-hak kaum muslimin walaupun mereka memiliki penyimpangan –selama metode hajr (boikot) belum layak untuk diterapkan-. 3. Mengenal medan dakwah yang akan diterjuni. 4. Berdakwah secara bertahap, dari yang paling penting lalu melangkah ke hal-hal penting lainnya. 5. Mengutip perkataan ulama ahlus sunnah yang dikenal dan dihormati masyarakat, dan menghindari penyebutan nama-nama ulama ahlus sunnah yang masyarakat fobi dengannya. 6. Berdakwah dan beramar ma’ruf serta nahi munkar secara lemah lembut. 7. Menarik simpati orang yang ditokohkan atau memiliki kedudukan di tengah masyarakat. 8. Memperhatikan generasi muda dan anak kecil tanpa mengesampingkan orang-orang yang telah lanjut usia. 9. Menerapkan skala prioritas dalam mengingkari kemungkaran. 10. Melandasi bantahan terhadap ahli bid’ah dengan ilmu dan dalil bukannya dengan cercaan dan makian. 11. Tidak harus menyebutkan nama tokoh atau kelompok yang menyimpang ketika mentahdzîr. 12. Memenuhi permintaan ahli bid’ah untuk mengisi ceramah atau kajian di tempat mereka selama tidak menimbulkan fitnah dan diharapkan mendatangkan maslahat. 13. Mengikuti kebiasaan masyarakat setempat selama tidak melanggar syariat, seperti tidak tampil beda di dalam berpakaian, memakai celana atau sarung tepat di atas mata kaki, tidak harus di tengah betis, memakai jilbab selain warna hitam, boleh mengimami sholat di dalam mihrab, membaca basmalah secara jelas ketika menjadi imam, mengangkat tangan dan mengamini qunut subuh, dll. 14. Bersabar dan tidak terburu-buru berharap bisa segera memetik buah dari dakwah. Kelebihan buku beliau ini, selain menggunakan hujjah dan dalil dari Kitâbullâh, sunnah Rasūlullâh dan ucapan para imâm ahlus sunnah untuk menyokong ke-14 poin di atas, beliau juga memberikan contoh-contoh kongkrit dan praktis dari sikap hikmah di dalam berdakwah. Untuk lebih bisa dipertanggungjawabkan, beliau meminta beberapa ulama ahlus sunnah di Madînah untuk mengoreksi buku beliau ini. Dan Alhamdulillâh, ada enam masyaikh ahlus sunnah yang bersedia mengoreksi risâlah beliau ini, yaitu : 1. Syaikh Prof. Ibrâhîm bin ’Âmir ar-Ruhailî hafizhahullâhu (Dosen ’Aqîdah Universitas Islâm Madînah). 2. Syaikh DR. ’Alî bin Ghâzî at-Tuwaijirî hafizhahullâhu (Dosen Tafsîr Universitas Islâm Madînah). 3. Syaikh DR. Muhammad bin ’Abdil Wahhâb al-Aqîl hafizhahullâhu (Dosen ’Aqîdah Universitas Islâm Madînah). 4. Syaikh ’Abdul Mâlik bin Ahmad Ramadhânî al-Jazâ`irî hafizhahullâhu (Da’î di Kota Madînah) 5. Syaikh DR. Yūsuf bin Muhammad ad-Dakhîl hafizhahullâhu (Dosen Hadîts Universitas Islâm Madînah). 6. Syaikh DR. Abū Ibrâhîm bin Sulthân Tarhîb ad-Dūsârî hafizhahullâhu (Dosen ’Ushūl Fiqh Universitas Islâm Madînah). |

Judul : 14 Contoh Sikap Hikmah dalam Berdakwah,