Kolom lainnya
- Tidak Ada yang Tidak Bisa, Jika Allah Memutuskan Bisa
- Mengemis Kasih Ilahi di Tanah Suci
- Bukan Ramadhan Biasa
- Perjalanan Umrohku
- Dibutuhkan Tenaga profesional
- Kekuatan Cinta Sang Guru
- Seandainya Rasulullah dalam kelas ...
- Ada Apa dengan Sekolah Unggulan?
- 7 Konten Esensial Pendidikan Terpadu?
- Belajar Efektif Lewat Telinga
| Pembekalan Bagi Remaja |
| Written by Aan Haryani |
| Monday, 01 February 2010 17:14 |
|
“Bu, apa orang pacaran bisa hamil, ya Bu?” Wah! tersentak juga saya mendapat pertanyaan seperti itu. ”Ya... nggak juga sih...”. ”Nggak juga gimana Bu? Maksudnya apa?” Bagaimana ya, cara menjawabnya?
Sebagai seorang guru sains, seringkali saya mendapat pertanyaan dengan nada seperti itu. Pertanyaan lain misalnya ”Bu , kondom itu apa? Atau Sodomi itu apa?”. ” Ya, Ibu... kan ada di TV...”. Wajar pertanyaan itu kadang muncul karena banyak kemungkinan yang dialami anak-anak remaja di sekeliling mereka. Kalau kita selidiki lebih lanjut dari mana pertanyaan itu muncul, jawaban mereka akan sangat beragam. Dari obrolan pembantu rumah tangga atau sopir, dari obrolan orang di jalan, atau iklan di TV, bahkan di internet yang mungkin pernah mereka lihat. Seperti itulah sedikit gambaran remaja kita. Mereka yang telah memasuki masa akil baligh atau pubertas akan mempunyai banyak pertanyaan yang membuat mereka terus mencari dan mencari jawaban hingga mereka puas. Pertanyaan-pertanyaan itu muncul seiring dengan masa usia mereka yang memang penuh dengan gejolak dan rasa ingin tahu yang tinggi. Memang ini adalah hal baru bagi mereka. Memasuki satu masa yang rentan dan penuh tantangan ini, mereka membutuhkan arahan dan bimbingan yang benar. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu arahan dan penjelasan yang pas sehingga membuat mereka makin terbuka wawasan dan pengetahuan serta arah yang benar sesuai dengan Al Quran dan Sunnah. Mereka sangat membutuhkan bekal, berupa ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai agama yang akan membimbing dan mengarahkan tujuan hidup yang benar. Memang tidak semua remaja akan menuntut jawaban atas pertanyaan tersebut. Akan tetapi, suka dengan lawan jenis, itu pasti akan mereka lalui. Kadang malu juga untuk berbicara hal itu. Bertanya dengan bisik-bisik, atau pasang telinga lebar-lebar jika kebetulan ada yang membahas. Wah! Salah-salah ... gawat juga! Akankah bisa hamil? Itu satu pertanyaan polos dan rasa takut yang mungkin saja akan mereka alami. Yang kita harapkan adalah jangan sampai mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka pada orang yang salah. Dikhawatirkan nantinya mereka menjadi salah arah, mengalami masa depan suram dan makin terpuruk dalam menjalani hidup yang penuh dengan tantangan dan perjuangan yang cukup berat. Tantangan berupa media elektronik dan cetak, juga merupakan hal yang tidak bisa dianggap main-main. Internet yang mungkin saja tiba-tiba memunculkan gambar tidak pas buat mereka, adalah satu hal yang harus diantisipasi cara mengatasinya. Mereka harus tahu bahwa media elektronik dan cetak adalah kemajuan teknologi yang cara pemanfaatannya harus benar dan dijadikan sebagai sarana yang juga dapat meningkatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Jika tidak, jangan heran kalau kita sering menemui anak remaja kita terlena dan terpuruk dengan kemajuan teknologi tersebut dan berdampak negatif bagi kehidupan mereka. Masa pubertas yang harus mereka ketahui adalah satu masa yang mulai berfungsinya alat-alat reproduksi. Hal ini masih baru bagi mereka dan masih tabu untuk dibicarakan. Namun, materi pembelajaran sains di kelas enam, kelas sembilan, dan kelas dua belas sudah membahas hal tersebut. Departemen Pendidikan Nasional pun merasa ini adalah satu materi penting yang harus mereka ketahui. Akan tetapi, sebaiknya guru sains pun harus juga mempunyai wawasan nilai-nilai agama yang cukup sebagai bekal agar penyampaian kepada mereka juga tidak salah arah. Karena dalam Islam, pubertas juga berarti masa akil baligh yang artinya mereka sudah mulai bertanggung jawab penuh terhadap semua yang mereka lakukan. Yang semua itu akan diminta pertanggungjawabannya nanti oleh Allah SWT. Jika penanaman ini tepat sasaran, InsyaAllah akan terbentuk anak-anak yang memiliki kepribadian luhur, handal, tangguh, dan bertanggung jawab. Mereka akan meyakini bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan di dunia ini tidak akan ada yang terlewatkan dari pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah SWT. Pertanggungjawaban itu dimulai dari masa akil baligh atau pubertas. Pengetahuan dasar ini mudah-mudahan dapat menuntun mereka agar tidak salah langkah dalam menghadapi kehidupan selanjutnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut di atas, kita sebagai orang tua dan guru perlu sekali memberikan pembekalan bagi mereka. Akan tetapi, harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai orangtua tentunya. Karena mereka akan melihat kita sebagai contoh. Yang pertama harus kita miliki adalah bekal iman, taat, patuh, dan tunduk kepada Allah, Sang Pencipta. Kita terus belajar dan belajar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Barulah kita dapat menularkannya pada anak cucu kita. Setelah itu tambah wawasan dengan ilmu pengetahuan. Manfaatkan kemajuan iptek dengan tepat. Terkadang itu pun belum cukup, karena gaya penyampaian ke remaja pun perlu teknik khusus. Lain anak, lain karakternya. Lain juga model penyampaiannya. Wallohu a’lam bisshowab. |
