Siswi SMAIT Nurul Fikri Ikut Program Pertukaran Pelajar ke Jepang
Written by R. Mudji Riyanto, S.Sos.I.   
Wednesday, 27 January 2010 16:39
Kamielah Azizah, siswi SMAIT Nurul Fikri kelas XI IPA 2, dibulan Desember 2009 yang lalu telah mengikuti program pertukaran pelajar.
Kamielah mendapat kesempatan tinggal dan belajar selama dua minggu di negara Tirai Bambu, Jepang. Dia merupakan salah seorang dari tujuh peserta wakil dari daerah DKI Jakarta. Tahun ini ada 64 orang peserta dari Indonesia.

Untuk dapat lolos sebagai peserta program pertukaran pelajar ini, dia harus melewati beberapa syarat dan ujian terlebih dahulu. Proses seleksi ada 3 tahap, dan semua itu dapat dilewatinya dengan menyisihkan ribuan peserta lainnya. Program ini diperuntukkan bagi semua anak-anak Indonesia berusia 15 - 17 tahun dan duduk di kelas 1 (satu) SMA atau sederajat.

Program pertukaran pelajar ini dikelola oleh Bina Antarbudaya, lembaga nirlaba yang ada di Indonesia. Bina Antarbudaya bermitra dengan AFS Intercultural Programs, yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia. Bina Antarbudaya menerima dan mengirim siswa dalam berbagai program ke berbagai penjuru dunia.

Setiap tahun, Bina Antarbudaya menerima dan mengirim putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan. Tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, dan Swiss.

Menurut Kamielah, dia sangat senang dan terkesan mengikuti program pertukaran pelajar ini. ”Saya sangat bersyukur bisa berkunjung ke Jepang. Banyak pengalaman dan ilmu yang di dapat di sana, terutama saat kegiatan Home Stay. Saya tinggal dengan keluarga Chikako di Ibaraki-Rokkou, dari keluarga ini Saya banyak belajar tradisi dan budaya bangsa Jepang”, ujarnya.

Selama Home Stay, Kamielah sekolah di Hokota First Senior High School. Para siswa di sana banyak yang bertanya tentang jilbab yang dia kenakan. Karena memang jilbab masih sangat jarang di Jepang. Selain itu, mereka juga bertanya tentang asal sekolah dan apa arti lambang sekolahnya. "Hari itu saya memang memakai seragam sekolah. Mereka kira, saya hanya memakai jilbab dan rok panjang pada musim dingin saja. Pada kesempatan inilah saya dapat memperkenalkan sekolah saya tercinta, SMAIT Nurul Fikri”, tutupnya.

 

Comments  

 
0 #7 yulia azharini 2010-07-21 08:00
saya bangga terhadap kamielah :)
Quote
 
 
0 #6 mumpuni 2010-06-13 19:33
konnichiwa,ingi n meluruskan,buka nkah yg disebut dgn negara tirai bambu adalah china,sedangkan unt jepang dikenal dgn negeri matahari terbit atau negeri sakura,dewa sitsureishimasu ...




Terima kasih atas koreksiannya.
Quote
 
 
+1 #5 azwar 2010-05-13 08:53
keren abissss..!!!!!




Terima kasih Pak Azwar
Quote
 
 
0 #4 rahayu annisa 2010-04-23 11:13
aslmk sy sswa dr ponpes raudhtul ulum

tahun ini i.allah sy akn mngkti exchnge stdnt tp sy blm tau ap2 sj yg akn d ujikn

blh sy tau ap sj yg akn d ujikn nnt?

trmksh wass
Quote
 
 
0 #3 rahayu annisa 2010-04-23 11:08
hm..aslkm saya dr ponpes raudhatul ulum

tahun ini saya ingin mngki exchnge stdent

klo blh sy tau apa sj yg akn d tes kn

wass
Quote
 
 
0 #2 Kimika 2010-02-04 22:32
bagaimana prosesnya?
Quote
 
 
+1 #1 Kimika 2010-02-04 22:24
bagaimana prosesnya tidak dijelaskan secara rinci, padahal itu yang penting.
Quote
 

Tulis Komentar


Security code
Refresh