Kolom lainnya
- Tidak Ada yang Tidak Bisa, Jika Allah Memutuskan Bisa
- Mengemis Kasih Ilahi di Tanah Suci
- Bukan Ramadhan Biasa
- Perjalanan Umrohku
- Dibutuhkan Tenaga profesional
- Kekuatan Cinta Sang Guru
- Seandainya Rasulullah dalam kelas ...
- Ada Apa dengan Sekolah Unggulan?
- 7 Konten Esensial Pendidikan Terpadu?
- Belajar Efektif Lewat Telinga
| Mendidik Siswa Gigih dan Tahan Uji |
| Written by Endah Sri Susmiati |
| Monday, 25 January 2010 14:12 |
|
Sebagai seorang guru, kita pasti tahu bahwa siswa yang gigih, tidak mudah menyerah, dan tahan uji, akan lebih sukses dibanding siswa yang langsung menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Siswa yang gigih akan melakukan atau mencoba segala sesuatu yang baru untuk meraih apa yang diinginkan. Dengan demikian, prestasinya akan terus berkembang. Karena sering mencoba sesuatu yang baru, kemampuannya atau keterampilannya juga terus bertambah. Keberhasilannya membuat siswa menjadi percaya diri dan disukai teman-temannya karena menemukan hal yang baru.
Sebaliknya, siswa yang mudah menyerah biasanya tidak berani mencoba. Gagal menimbulkan perasaan tidak enak sehingga dia berusaha sebisa mungkin menghindari tugas-tugas sulit. Karena itu peluangnya untuk sukses juga terbatas. Untuk jangka panjang dikhawatirkan si anak menjadi ragu dengan dirinya sendiri. Kegigihan sangat menentukan apakah seorang siswa akan sukses atau gagal pada masa-masa mendatang. Usaha yang dilakukan para siswa untuk mempelajari hal-hal baru memang penting, Akan tetapi, seringkali yang paling menentukan adalah kegigihan dan pantang menyerah. Pemenang hadiah nobel fisika nuklir, Isadore Rabi masih ingat jelas betapa gurunya setiap hari mengajukan pertanyaan yang sama ketika berada di sekolah. ”Apa pertanyaan bagus yang kamu tanyakan hari ini?” Menurut Rabi, sebab terbesar yang membuatnya memenangkan hadiah nobel adalah gurunya tak pernah mempersoalkan apakah ia mendapatkan jawaban yang benar. Namun, fokusnya pada apakah dia sudah melakukan usaha terbaik. Penekanan pada usaha dan mencoba usaha dan mencoba, membuat Rabi selalu merasa sukses. Jika guru dapat menanamkan sifat gigih dan tahan uji kepada siswa-siswanya, guru akan menghasilkan siswa-siswa yang pantang menyerah dalam mencoba sesuatu yang positif bagi dirinya. Kuncinya adalah membantu siswa untuk memahami betapa pentingnya kegigihan, ketekunan, dan keuletan dalam mencapai sukses. Caranya bisa dengan langkah-langkah yang dikemukakan Michele Borba sebagai berikut:
Sisi positif dari kegagalan adalah bahwa sesungguhnaya siswa tak bisa belajar ketekunan atau kegigihan jika mereka tidak tahu bagaimana cara mengatasi kegagalan. Kesalahan-kesalahan bisa menjadi kesempatan untuk memulai dari awal lagi. Pastikan siswa paham, bahwa kegagalan memberi mereka kesempatan untuk belajar dari kesalahan-kesalahan mereka. Cobalah kiat jitu ini untuk membantu siswa untuk menyadari bahwa kesalahan-kesalahan itu bisa diperbaiki, yakni:
Semua anak berbuat salah. Dan ini merupakan bagian dari pertumbuhan. Akan tetapi, sekali mereka belajar melihat bahwa batu sandungan ini adalah juga batu loncatan. Mereka akan bisa menangani kegagalan secara konstruktif, gigih, dan segera bangkit lagi jika gagal. |
