Pelatihan Parenting di TKIT Nurul Fikri
Written by R. Mudji Riyanto, S.Sos.I.   
Thursday, 21 January 2010 10:43
altSabtu, (16/01), Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Fikri, mengadakan pelatihan Parenting Melejitkan Potensi Anak Melalui Kecerdasan Emosi.
Satu kegiatan yang diperuntukkan untuk para guru TKIT Nurul Fikri agar lebih luas keilmuannya dalam mengasuh dan mendidik anak didiknya. 

Tema dari acara pelatihan ini adalah “Mengindentifikasi Permasalahan Anak dan Penanganannya” dengan pembicaranya Bapak Tri Gunadi, OTR(Ind), S.Psi, S.Ked. Selain guru-guru TKIT Nurul Fikri, hadir sebagai peserta perwakilan 5 guru kelas 1 dari SDIT Nurul Fikri, perwakilan 1 guru TK An-Nisa, dan perwakilan 1 guru TK Fitri. Bertempat di ruang kelas TKIT NF, acara berlangsung dari pukul 08.00 s.d 15.30 wib.

Menurut Kepala Sekolah TKIT Nurul Fikri, Rusliah, S.Pd., Pelatihan Parenting ini menyajikan materi Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta Penanganannya di Kelas. “Oleh karena itu di bahas juga sedikit bagaimana penanganan ABK di SD nantinya, dan bagaimana agar ABK dapat diterima di sekolah reguler seperti SDIT NF”, Ujar beliau.

Di TKIT NF, menurut catatan Rusliah, S.Pd., ada beberapa permasalahan perkembangan anak, antara lain: Autisme (ringan), ADHD, ADD, Disleksia, keterlambatan  perkembangan wicara, gangguan kecemasan, keterlambatan perkembangan gross motor, keterlambatan perkembangan fine motor, dan keterlambatan perkembangan sosial emosi.

“Mengingat banyaknya siswa TKIT NF yang melanjutkan sekolah ke SDIT NF, maka kami juga mengundang guru SDIT NF untuk mengikuti pelatihan ini, agar mereka juga dapat ilmu tentang penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mungkin berasal TKIT NF”, lanjut beliau.  

Lebih lanjut Rusliah, S.Pd. menjelaskan, tujuan dari diadakannya pelatihan parenting ini, yakni; Satu, Guru dapat mengenal dan mendeteksi sejak dini Anak Berkebutuhan Khusus atau anak yang mengalami keterlambatan perkembangan. Dua, Guru dapat memahami beberapa penyebab keterlambatan perkembangan pada anak ABK dan non ABK. Tiga, Guru mengenal beberapa kegiatan di kelas atau permainan-permainan yang dapat membantu stimulasi tumbuh kembang anak, misalnya kegiatan yang menstimulasi integrasi senso motor.

Empat, Guru memahami langkah-langkah penanganan ABK secara tepat (tata laksana penanganan). Lima, Guru memahami bagaimana penanganan ABK di sekolah/di kelas (Tips-tips aplikatif di kelas). Misalnya untuk anak ADHD, bagaimana anak mau dengan tertib mengikuti kegiatan di kelas, untuk anak autis bagaimana agar anak mau terlibat dalam kegiatan bersama, untuk anak ADD bagaimana agar mengingat informasi, dst. Enam, Guru mengetahui syarat /ketentuan-ketentuan penerimaan siswa ABK (berapa jml siswa per kelas, tingkat perkembangan ABK, dll).

Tujuh, Guru mengetahui kapan diperlukan shadow teacher dan kapan sudah tidak diperlukan lagi. Delapan, Guru mengetahui Kriteria shadow teacher yang baik. Sembilan, Guru mengetahui bagaimana sebaiknya bekerja sama dengan terapis/klinik terapi agar tumbuh kembang ABK lebih optimal. Sepuluh, Guru mengetahui bagaimana mempersiapkan ABK dan anak yang mengalami  keterlambatan perkembangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya (dari TK ke SD).

Dengan diadakannya acara ini, Rusliah, S.Pd. berharap semoga ke depan guru-guru TKIT NF dapat mempraktekkan bagaimana menangani dan mendidik siswa-siswinya dengan lebih baik. ”Kita doakan saja semoga TKIT Nurul Fikri semakin baik dalam pengasuhan dan pendidikan kepada anak didiknya”, tutupnya. Aamiin

altaltaltalt

 

Comments  

 
0 #1 aniek 2010-03-30 23:52
ada pelatihan singkat untuk guru yang dipersiapkan ngajar tkit? berapa lama dan biayanya? insya Allah TK kami akan lepas dari yayasan dan ingin mencoba menjadi tkit tapi masih perlu pelatihan untuklebih mematangkan.
Quote
 

Tulis Komentar


Security code
Refresh