Profesi Guru Sebuah Panggilan Illahi
Written by Husnul Khotimah   
Tuesday, 05 January 2010 16:03
Banyak pendapat maupun ungkapan yang berkenaan dengan guru. Orang Jawa mengistilahkan guru dengan “orang yang harus digugu dan ditiru”. Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Guru pahlawan tanpa tanda jasa.
Bila ditinjau dari asal bahasa, guru berasal dari bahasa sansekerta. Arti harfiyanya adalah “berat” Sedang dalam Bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk kepada pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Profesi guru belum menjadi cita-cita bagi para siswa, mereka lebih memilih cita-cita menjadi dokter, arsitektur, pilot dan lain-lain. Bila diprosentasikan maka hanya 0,1% yang mempunyai cita-cita menjadi guru. Pernah seorang siswa bertanya kepada penulis : “Ibu gajinya berapa?” Saya lantas bertanya : “Kenapa kamu bertanya begitu?” Ia menjawab, “Ya Bu saya ingin jadi guru, jadi saya mau tau berapa gajinya”. Kemudian saya menjawab dengan memberinya pengertian bahwa esensi menjadi seorang pengajar bagi Ibu adalah kebahagiaan memberikan ilmu kepada anak didik. Bukan semata nilai rupiah yang diterima.

Profesi guru masih kurang diminati menjadi cita-cita para siswa, namun pada realitanya banyak orang yang berminat menjadi guru apapun motivasinya. Terbukti dengan banyaknya pendaftar CPNS yang membludak setiap tahunnya. Sepertinya profesi guru dijadikan sebagai profesi alternatif dari pada nganggur.

Profesi guru sering dilecehkan dan dimarginalkan, hal ini karena sering dihubungkan dengan penampilan seorang guru yang lusuh, sederhana dan berpenghasilan pas-pasan.

Kepada rekan guru mari kita menjaga citra dan kehormatan guru karena banyak keistimewaan yang dimilkinya. Di antaranya adalah : Sebuah profesi panggilan illahi. Hal ini sesuai dengan intruksi Allah dalam surah Ali- Imron : 79 yang berbunyi :

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.
  1. Berusaha mencintai dan menikmati profesi ini, menjadikannya sebagai rihlah ruhiyah kita. Dalam sehari kita gunakan waktu di sekolah 9 jam selebihnya adalah jam tidur dan sedikit tersisa untuk keluarga. Jika kita tidak mencintai dan menikmati profesi mengajar ini, maka alangkah sia-sianya waktu kita.
  2. Penghargaan dari Allah dan para malaikat-Nya dengan bershalawat kepadanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut-semut yang ada di lubangnya dan ikan-ikan yang ada di lautan akan bershalawat kepada para guru.(HR. Turmudzi). Betapa tingginya penghargaan Allah itu kepada kita para pengajar.
  3. Pemohonan ampun dari seluruh makhluk Allah. Sesuai sabda Rasulullah SAW, dari Ibnu ‘Abbas Ra : “Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia (guru) akan dimohonkan ampunan oleh seluruh makhluk hingga ikan-ikan di lautan”. Hal tersebut terjadi karena orang yang berilmu akan selalu mewasiatkan agar setiap orang senantiasa berbuat baik kepada segala sesuatu hingga terhadap hewan-hewan sekalipun, maka Allah SWT mengilhamkan kepada mereka semua ampunan sebagai balasan atas kebaikan yang mereka lakukan.
Begitu banyak keutamaan dan keistimewaan profesi guru, masihkah kita merasa menjadi profesi yang termaginalkan? Mari kita tingkatkan kualitas pengajaran kita dan jadikan profesi guru ini sebagai amaliyah jariyah yang akan terus mengalir, sebagai tabungan akhirat kita. Salam perjuangan untuk para guru!!! Allahu Akbar!!!!
 

Tulis Komentar


Security code
Refresh