Artikel lainnya
- Jangan biarkan bullying ada di sekolah kita
- Perkembangan Komputer
- Sikap Optimis Dapat Meningkatkan Kesehatan
- Perbedaan Pengertian Etika, Moral dan Etiket
- Pendidikan Kita
- Melatih Otak untuk Mempertajam Ingatan
- Mengapa Anak Keras Kepala dan Suka Membantah
- Anak Autis Tidak Boleh Sembarang Makan
- Boycott Israel
- Mencetak Anak Cerdas
| Motivasi Dalam Belajar |
| Written by Administrator |
| Saturday, 21 June 2008 09:45 |
|
Joko Prayitno SS Tujuan-tujuan pembelajaran akan dengan mudah dicapai apabila peserta didik termotivasi. Dalam bukunya Educational Psychology, Stephen N Elliot dkk mendefinisikan motivasi sebagai sebuah keadaan internal yang mendorong kita untuk melakukan tindakan, mendorong kita pada arah tertentu serta membuat kita tetap bertahan melakukan kegiatan tertentu. Beberapa alasan mengapa motivasi berpengaruh sangat besar dalam pembelajaran adalah : 1. Motivasi membangkitkan energi Motivasi itu sendiri terbagi dua yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah perilaku yang muncul karena minat dan keingintahuan yang muncul dari dalam diri seseorang. Motivasi ekstrinsik adalah perilaku seseorang yang muncul karena dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya seperti penghargaan, hukuman, atau tekanan sosial.
Mengingat pentingnya faktor motivasi ini maka setiap pihak yang terlibat dalam aktivitas persekolahan harus berusaha memperhatikan dan mencari cara untuk menumbuhkan, menjaga, serta mengarahkan motivasi tersebut agar peserta didik dapat meraih prestasi optimal. Richard I Arends dalam bukunya Learning to Teach menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memotivasi para peserta didik, antara lain: 1. Sikap percaya guru pada kemampuan siswa 2. Menciptakan situasi belajar yang positif 3. Membangun perhatian dan nilai-nilai intrinsik siswa 4. Mengatur Tingkat Kesulitan Tugas 5. Memanfaatkan balikan (feedback) 6. Memperhatikan kebutuhan siswa 7. Fasilitasi pembentukan kelompok dan kohesi kelompok Membangun sebuah lingkungan kelas yang positif dapat memotivasi siswa untuk meraih prestasi. Hal ini menuntut perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional siswa di samping kebutuhan akademik mereka. Bekerja dalam kelompok dengan target yang terukur dan kompetitif dapat menjadi pendorong semangat siswa dalam menunaikan tugas-tugas belajar mereka. Demikianlah beberapa hal yang dapat menumbuhkan dan menjaga motivasi siswa dalam belajar. Tentu di samping itu masih banyak hal yang dapat memotivasi para siswa. Yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana tindak laku dan titah tutur para guru, karyawan, dan pimpinan sekolah terhadap siswa bersifat positif dan membangun kepercayaan diri siswa bukan malah merendahkan kepercayaan diri mereka. |
